Keutamaan Awal Bulan Dzulhijah
Awal bulan Dzulhijah termasuk waktu paling mulia dalam Islam. Sepuluh hari pertama bulan ini memiliki kedudukan khusus karena Allah bersumpah dengan “malam yang sepuluh” dalam Surah Al-Fajr ayat 1 sampai 2. Banyak ahli tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijah.
Keutamaannya juga ditegaskan dalam hadis Ibnu Abbas. Rasulullah saw. bersabda bahwa tidak ada amal saleh pada hari lain yang lebih utama daripada amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijah. Para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad?” Rasulullah menjawab, “Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan apa pun.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih al-Bukhari nomor 969.
Karena itu, awal Dzulhijah menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. Muslim yang tidak sedang berhaji tetap dapat menghidupkan hari-hari ini dengan amal saleh dari rumah, masjid, tempat kerja, dan lingkungan sosial.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Amalan awal bulan Dzulhijah yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijah. Dalam Sunan Abi Dawud nomor 2437, disebutkan bahwa Rasulullah saw. biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijah, hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan. Riwayat ini dinilai sahih oleh Al-Albani.
Puasa yang paling utama pada periode ini adalah puasa Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah bagi orang yang tidak sedang berhaji. Dalam Sahih Muslim nomor 1162a, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa puasa Arafah diharapkan dapat menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun setelahnya.
Puasa ini bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa Dzulhijah melatih hati agar lebih tunduk, menjaga lisan, menahan emosi, dan menjauhi maksiat.
2. Memperbanyak Dzikir, Takbir, Tahlil, dan Tahmid
Dzikir menjadi amalan penting pada awal Dzulhijah. Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 28 agar manusia menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah diketahui atas rezeki hewan ternak yang diberikan kepada mereka. Ayat ini menjadi salah satu dasar anjuran memperbanyak dzikir pada hari-hari Dzulhijah.
Bentuk dzikir yang dianjurkan antara lain:
Takbir: Allahu akbar.
Tahlil: La ilaha illallah.
Tahmid: Alhamdulillah.
Tasbih: Subhanallah.
Dalam riwayat yang dihimpun Sunnah.com pada pembahasan Dzulhijah, Ibnu Umar dan Abu Hurairah disebut biasa keluar ke pasar pada sepuluh hari Dzulhijah sambil bertakbir, lalu orang-orang ikut bertakbir bersama mereka.
Dzikir membuat awal Dzulhijah lebih hidup. Ia juga mengarahkan hati agar tidak hanya sibuk dengan persiapan Iduladha, tetapi juga sadar bahwa inti bulan ini adalah pengagungan kepada Allah.
3. Membaca Al-Qur’an dan Memperbaiki Kualitas Salat
Sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah waktu tepat untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Tidak harus langsung banyak. Mulailah dengan target yang realistis, misalnya satu juz, beberapa halaman, atau beberapa ayat setiap hari.
Selain membaca Al-Qur’an, seorang muslim juga perlu memperbaiki kualitas salat. Caranya dengan salat tepat waktu, memperbanyak salat sunnah, memperpanjang doa, dan menghadirkan hati saat sujud. Amal saleh pada hari-hari ini memiliki kedudukan sangat besar sebagaimana ditegaskan dalam hadis Sahih al-Bukhari nomor 969 tentang keutamaan amal pada sepuluh hari pertama Dzulhijah.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah juga termasuk amalan utama di awal bulan Dzulhijah. Bentuknya tidak harus besar. Sedekah bisa berupa uang, makanan, bantuan untuk tetangga, dukungan kepada anak yatim, atau membantu keluarga yang membutuhkan.
Nilai sedekah pada hari-hari ini menjadi lebih kuat karena dilakukan pada waktu yang Allah muliakan. Surah Al-Hajj ayat 36 juga menegaskan bahwa hewan qurban termasuk syiar Allah, lalu Allah memerintahkan agar dagingnya dimakan dan diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Pesan sosialnya jelas. Ibadah Dzulhijah tidak hanya membangun hubungan dengan Allah, tetapi juga memperkuat kepedulian kepada sesama.
5. Menyiapkan dan Melaksanakan Qurban
Bagi yang mampu, qurban menjadi salah satu amalan besar pada bulan Dzulhijah. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Qurban adalah bentuk ketaatan, rasa syukur, dan pengakuan bahwa semua rezeki berasal dari Allah.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 36 bahwa hewan qurban merupakan bagian dari syiar Allah dan di dalamnya terdapat kebaikan. Setelah disembelih, dagingnya dianjurkan untuk dimakan dan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Bagi orang yang berniat qurban, ada adab khusus sejak masuk bulan Dzulhijah. Dalam Sahih Muslim nomor 1977g, Rasulullah saw. melarang orang yang hendak berqurban untuk memotong rambut dan kuku sampai hewan qurbannya disembelih.
6. Menjauhi Maksiat dan Memperbanyak Taubat
Awal Dzulhijah bukan hanya waktu untuk menambah ibadah, tetapi juga waktu untuk mengurangi dosa. Amal saleh akan lebih bermakna jika disertai usaha menjaga lisan, pandangan, pergaulan, dan perilaku.
Taubat dapat dilakukan dengan tiga langkah utama. Pertama, berhenti dari dosa. Kedua, menyesali kesalahan. Ketiga, bertekad tidak mengulanginya. Jika kesalahan berkaitan dengan hak manusia, maka perlu meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut.
Inilah inti dari Dzulhijah. Seorang muslim tidak hanya mengejar pahala, tetapi juga membersihkan hati.
7. Memperbanyak Doa, Terutama pada Hari Arafah
Doa menjadi amalan penting pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, terutama pada hari Arafah. Hari Arafah adalah puncak ibadah haji dan hari yang sangat utama bagi umat Islam. Bagi yang tidak berhaji, hari ini dapat diisi dengan puasa, doa, dzikir, istighfar, dan sedekah.
Puasa Arafah memiliki keutamaan besar. Dalam Sahih Muslim nomor 1162a, Rasulullah saw. menyebut puasa Arafah sebagai sebab penghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun setelahnya.
Doa yang baik dibaca pada hari-hari ini antara lain doa ampunan, doa keselamatan keluarga, doa keteguhan iman, doa rezeki halal, dan doa agar diberi kemampuan untuk istiqamah.
Kesimpulan
Amalan di awal bulan Dzulhijah memiliki keutamaan besar karena sepuluh hari pertama bulan ini termasuk waktu terbaik untuk beribadah. Amalan yang dapat dilakukan antara lain puasa sunnah, puasa Arafah, dzikir, takbir, membaca Al-Qur’an, memperbaiki salat, sedekah, qurban, taubat, dan memperbanyak doa.
Dzulhijah mengajarkan tiga hal penting. Pertama, mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, melatih keikhlasan melalui ibadah. Ketiga, membangun kepedulian sosial melalui qurban dan sedekah. Karena itu, awal bulan Dzulhijah sebaiknya tidak dilewati seperti hari biasa. Ia adalah kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.


