JAKARTA – Informasi mengenai harga tiket pesawat rute Palangkaraya–Jakarta yang disebut mencapai Rp200 juta sempat menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Nominal tersebut memicu beragam reaksi karena dinilai tidak wajar untuk penerbangan domestik.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat harga tiket untuk satu kali perjalanan mencapai lebih dari Rp200 juta. Kemunculan angka tersebut kemudian menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari dugaan lonjakan tarif yang ekstrem hingga kemungkinan adanya gangguan pada sistem pemesanan.
Menanggapi hal tersebut, Garuda Indonesia memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa informasi mengenai tiket dengan harga Rp200 juta itu bukan berasal dari sistem resmi perusahaan. Maskapai itu memastikan tidak pernah menjual tiket dengan tarif setinggi tersebut, khususnya untuk rute domestik seperti Palangkaraya–Jakarta.
Garuda Indonesia menyampaikan bahwa kemunculan harga yang tidak wajar tersebut diduga berasal dari platform pihak ketiga, seperti agen perjalanan daring yang tidak terafiliasi secara resmi. Selain itu, kemungkinan terjadinya kesalahan input data atau gangguan sistem juga disebut sebagai faktor yang menyebabkan munculnya nominal tersebut.
Maskapai nasional itu menegaskan bahwa seluruh tarif penerbangan yang ditetapkan tetap mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku, termasuk batas atas tarif yang telah diatur pemerintah. Dengan demikian, informasi yang beredar di media sosial dipastikan bukan merupakan harga tiket resmi dari Garuda Indonesia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam memeriksa informasi, khususnya terkait harga tiket pesawat yang diperoleh melalui platform digital. Penumpang disarankan untuk melakukan pengecekan melalui situs resmi maskapai atau agen perjalanan terpercaya guna menghindari kesalahpahaman.
Meskipun sempat menimbulkan kehebohan, kasus tersebut dipastikan bukan mencerminkan kenaikan harga tiket yang sebenarnya, melainkan kesalahan tampilan dari pihak luar. Di sisi lain, kejadian ini juga menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan kepada publik.



