Hot Topics

Waspada Krisis Hipertensi: Cek Tekanan Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Banyak orang tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka sudah masuk kategori tinggi. Padahal, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi krisis hipertensi, yang bisa mengancam nyawa jika tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, krisis hipertensi adalah kondisi darurat medis. “Tekanan darah tiba-tiba meningkat drastis hingga 180/120 mmHg atau lebih,” ujarnya. Lonjakan ini dapat memicu gangguan serius pada organ vital seperti jantung, ginjal, otak, dan mata.

Tekanan Darah Normal vs Hipertensi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), tekanan darah normal berada di kisaran 120–129/80–84 mmHg. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika angkanya mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Dalam kasus krisis hipertensi, tekanan darah dapat melonjak hingga 180/120 mmHg, bahkan tanpa gejala yang jelas.

Krisis hipertensi dibagi menjadi dua kategori:

  • Hipertensi emergensi, bila sudah menyebabkan kerusakan organ.
  • Hipertensi urgensi, bila belum merusak organ, tetapi tetap membutuhkan penanganan medis segera.

Hipertensi Bisa Menyerang Tanpa Tanda

Krisis hipertensi sering terjadi pada mereka yang jarang memeriksa tekanan darah, sehingga tidak sadar bahwa mereka memiliki hipertensi. “Hipertensi yang tidak terkontrol juga terjadi pada orang yang sudah didiagnosis tetapi tidak minum obat sesuai anjuran dokter,” jelas dr. Santi.

Yang mengejutkan, krisis hipertensi bisa dialami bahkan oleh orang tanpa riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Karena itu, merasa sehat bukan jaminan bebas dari risiko. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah adalah cara paling efektif untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya.

Siapa yang Harus Cek Tekanan Darah?

Cek tekanan darah bukan hanya penting bagi lansia atau pasien dengan riwayat hipertensi. Orang usia produktif, terutama di atas 40 tahun, juga berisiko tinggi, apalagi jika memiliki gaya hidup tidak sehat. Faktor risiko lain termasuk:

  • Konsumsi makanan tinggi garam/sodium
  • Penggunaan obat tertentu
  • Stres berat
  • Kebiasaan merokok

Jika tidak rutin diperiksa, hipertensi bisa menjadi “silent killer”, memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, atau kebutaan.

Gejala Krisis Hipertensi

Beberapa gejala krisis hipertensi yang perlu diwaspadai:

  • Sakit kepala berat
  • Pandangan kabur
  • Nyeri dada
  • Mual atau muntah
  • Pingsan

Namun, tidak semua pasien mengalami keluhan. Banyak orang merasa sehat, padahal tekanan darah sudah melewati batas aman.

Langkah Pencegahan Sederhana

Melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin di puskesmas, klinik, rumah sakit, atau di rumah dengan alat pengukur pribadi merupakan investasi kecil untuk kesehatan jangka panjang. Jangan menunggu hingga krisis hipertensi terjadi.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News