Menjelang pelaksanaan Sholat Idul Adha, ada satu sunnah yang sering terlupakan: tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat atau sebelum selesai Sholat Id. Amalan ini berbeda dengan Idul Fitri, ketika umat Islam justru disunnahkan makan lebih dulu sebelum berangkat ke tempat shalat. Dalam fiqih Syafi’i, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa sunnahnya adalah makan sebelum Sholat Idul Fitri, sedangkan pada Idul Adha dianjurkan menahan makan sampai selesai shalat.
Hadits: Nabi ﷺ Tidak Makan Sebelum Sholat Idul Adha
Dari Buraidah bin al-Hushaib radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ
Artinya: “Nabi ﷺ tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau melaksanakan shalat.”
Sunan at-Tirmidzi no. 542; diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah dan Ahmad. Dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi.
Riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menunda makan pada hari Nahr sampai kembali, lalu makan dari hewan sembelihannya:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ، وَيَوْمَ النَّحْرِ لَا يَأْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ نُسُكِهِ
Artinya: “Nabi ﷺ tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan, sedangkan pada hari Nahr beliau tidak makan sampai kembali, lalu makan dari sembelihannya.”
Referensi Hadits: Diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi. Imam an-Nawawi menyebut sanad-sanadnya hasan, dan al-Hakim menilainya shahih.
Apakah Ini Puasa Idul Adha?
Bukan, saudara yang dirahmati Allah. Ini bukan puasa Idul Adha, sebab berpuasa pada hari raya dilarang. Yang dimaksud adalah menunda makan sebentar sampai selesai Sholat Idul Adha sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Keterangan fiqih juga menegaskan bahwa menahan makan sampai selesai shalat atau sampai dapat makan dari kurban hukumnya anjuran, bukan kewajiban.
Hikmah Tidak Makan Sebelum Sholat Idul Adha
Hikmahnya sangat indah. Pada Idul Fitri, makan sebelum shalat menjadi tanda berakhirnya Ramadhan dan larangan berpuasa pada hari raya. Adapun pada Idul Adha, makan ditunda agar makanan pertama pada hari itu—terutama bagi orang yang berkurban—berkaitan dengan ibadah kurban. Dalam penjelasan hadits, hikmah Idul Adha adalah agar seseorang makan setelah shalat, dan bila memungkinkan dari hewan kurbannya.
Kesimpulan Hukum
Dalam praktiknya, sebelum Sholat Idul Adha disunnahkan tidak makan terlebih dahulu sampai selesai shalat. Bagi yang berkurban, lebih utama bila makanan pertama pada hari itu berasal dari daging kurbannya setelah penyembelihan. Namun, jika seseorang makan sebelum shalat karena sakit, lemah, lansia, anak-anak, atau ada kebutuhan tertentu, maka tidak berdosa karena hukumnya sunnah, bukan wajib.
Semoga Allah menerima shalat Id, kurban, dan amal ibadah kita semua. آمِيْن.


