Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) baru-baru ini mengungkapkan bahwa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi memiliki kapasitas luar biasa, yakni mampu menampung hingga enam helikopter sekaligus. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Informasi dan Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam konferensi pers yang berlangsung di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026). Menurutnya, kapal induk ini direncanakan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana.
“Kapal ini dilengkapi dengan helideck yang memungkinkan penampungan hingga enam helikopter, bahkan lebih. Fasilitas ini sangat berguna dalam mendukung distribusi logistik dan mobilisasi personel secara cepat tanpa perlu kembali ke pangkalan atau lanud yang jauh,” jelas Brigjen Rico.
Fasilitas helikopter yang dimiliki Giuseppe Garibaldi akan mempercepat penyaluran bantuan dan pergerakan pasukan saat terjadinya bencana, serta meningkatkan efisiensi dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Tak hanya itu, kapal ini juga memungkinkan kapal-kapal kecil di sekitarnya untuk melakukan pengisian ulang bahan bakar minyak (BBM) dan distribusi bantuan secara lebih efektif.
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Bukan untuk Kepentingan Agresif
Namun, meskipun kapal induk ini memiliki kapasitas tempur dan canggih, Brigjen Rico menegaskan bahwa penggunaan Giuseppe Garibaldi tidak dimaksudkan untuk kepentingan ofensif atau invasi. “Tidak ada niatan untuk bersikap agresif atau invasif terhadap wilayah manapun. Kepemilikan kapal ini lebih kepada mendukung kegiatan kemanusiaan, bukan untuk tindakan agresi,” ungkapnya.
Kementerian Pertahanan Indonesia telah memastikan bahwa kapal induk ini akan lebih difokuskan pada misi kemanusiaan dan membantu pengendalian bencana serta memastikan ketersediaan pasokan yang dibutuhkan di wilayah-wilayah terdampak bencana.
Rencana Kedatangan Giuseppe Garibaldi ke Indonesia
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menyatakan bahwa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi diperkirakan akan tiba di Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026. Proses negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang memproduksi kapal ini masih berlangsung. TNI AL juga berkoordinasi dengan Angkatan Laut Italia yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut.
“Garibaldi adalah kapal induk hibah dari Pemerintah Italia, namun tetap membutuhkan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian agar kapal dapat beroperasi sesuai standar yang dibutuhkan TNI AL,” kata Laksamana Ali.
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi: Kekuatan Laut Indonesia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat mencapai kecepatan 30 knot atau sekitar 56 km/jam. Kapal ini juga dilengkapi dengan beberapa sistem pertahanan canggih, termasuk radar jamming dan senjata peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow, serta tabung torpedo 324 mm rangkap tiga.
Selain itu, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua kapal perang Indonesia lainnya, KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang juga dibuat oleh perusahaan galangan kapal asal Italia, Fincantieri.
Dengan hadirnya Giuseppe Garibaldi, Indonesia diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah perairan, serta siap memberikan respons cepat dalam situasi bencana.

