Hot Topics

Hukum Tidur Setelah Subuh dalam Islam

Pagi hari setelah Subuh merupakan waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Di saat itu, banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan, termasuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa. Namun, sebagian umat Islam justru menghabiskan waktu tersebut dengan tidur. Lantas, apakah tidur setelah Subuh itu dilarang dalam Islam? Mari kita simak penjelasan berikut untuk memahami hukum tidur setelah Subuh.

1. Hukum Tidur Setelah Subuh

Secara umum, tidak ada ayat atau hadits yang secara eksplisit melarang tidur setelah Subuh. Dalam hal ini, pendapat yang paling banyak diterima adalah bahwa tidur setelah Subuh tidak berdosa, karena tidak ada dalil yang secara langsung melarangnya. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fiqih Praktis Sehari-hari oleh Farid Nu’man, beberapa tokoh ulama seperti Aisyah RA, Ummu Salamah RA, Ibnu Sirin, Sa’id bin Jubair, dan Shuhaib diketahui pernah tidur setelah Subuh.

2. Tidur Setelah Subuh: Makruh atau Dilarang?

Meski demikian, tidur setelah Subuh tetap tidak dianjurkan dan dianggap makruh dalam Islam. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Doa ini menunjukkan bahwa waktu pagi, setelah Subuh, adalah saat yang penuh berkah. Tidur pada waktu ini berisiko membuat seseorang kehilangan keberkahan tersebut. Oleh karena itu, tidur setelah Subuh tidak dianjurkan karena bisa menghalangi seseorang mendapatkan berkah yang telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW.

3. Pendapat Ulama Mengenai Tidur Setelah Subuh

Banyak ulama salaf yang memakruhkan tidur setelah Subuh. Mereka berpendapat bahwa waktu tersebut merupakan waktu yang sangat berharga dan memiliki banyak manfaat. Syekh Abdullah al-Faqih menjelaskan bahwa tidur pada waktu ini tidaklah berdosa, namun tetap dimakruhkan, terutama jika tidak ada kebutuhan mendesak. Salah satu alasan kemakruhan ini adalah karena waktu pagi adalah saat rezeki dibagikan kepada makhluk Allah.

4. Risiko Tidur Setelah Subuh: Menghalangi Rezeki

Ibnu al-Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad menegaskan bahwa tidur setelah Subuh dapat menghalangi rezeki seseorang. Waktu setelah Subuh adalah waktu di mana rezeki sedang dibagikan kepada makhluk Allah. Oleh karena itu, tidur pada waktu ini dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan rezeki, kecuali jika ada kebutuhan atau darurat yang mengharuskan tidur.

5. Mengisi Waktu Setelah Subuh dengan Amalan yang Bermanfaat

Sebagai umat Islam, sangat sayang jika waktu yang penuh berkah setelah Subuh dilewatkan begitu saja. Waktu ini sebaiknya dimanfaatkan untuk melakukan berbagai amalan yang dianjurkan, seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa. Dengan demikian, seseorang akan mendapatkan berkah yang melimpah, baik dari segi spiritual maupun materi.

Kesimpulan

Tidur setelah Subuh dalam Islam tidak dilarang secara tegas, namun tetap dianggap makruh. Waktu pagi setelah Subuh adalah waktu yang penuh keberkahan, di mana rezeki dibagikan kepada makhluk Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan amalan yang baik dan bermanfaat, agar dapat meraih keberkahan yang Allah janjikan. Tidur setelah Subuh sebaiknya dilakukan hanya jika ada kebutuhan atau dalam kondisi darurat.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News