Hot Topics

Waspada! Ini Ciri Perut Buncit karena Penyakit, Bukan Sekadar Lemak

Perut membuncit sering dianggap sebagai konsekuensi dari pola makan tinggi lemak atau malas gerak. Namun para ahli mengingatkan, tidak selamanya perut buncit disebabkan oleh lemak. Dalam banyak kasus, perubahan bentuk perut bisa menjadi sinyal awal gangguan serius pada organ dalam, seperti hati, ginjal, atau sistem pencernaan.

Dokter spesialis penyakit dalam mengungkapkan bahwa perut buncit akibat penyakit memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan penumpukan lemak biasa. Sayangnya, tanda-tanda ini kerap diabaikan karena dianggap sekadar masalah penampilan.

“Jika perut tiba-tiba membesar dalam waktu singkat dan terasa keras, jangan pernah menganggapnya remeh. Bisa jadi itu adalah penumpukan cairan atau pertumbuhan massa yang membutuhkan penanganan medis segera,” jelas dr. Afiyah Nur Fadhilah, M.Sc., Sp.PD, dalam keterangannya.

🔴 Ciri-Ciri Perut Buncit yang Harus Diwaspadai

Para ahli mengidentifikasi beberapa tanda perut buncit yang perlu segera diperiksakan ke dokter. Berikut adalah ciri-ciri perut buncit karena penyakit yang membedakannya dari perut buncit biasa:

  • Tekstur Tidak Biasa: Perut terasa keras, tegang, atau nyeri saat disentuh. Berbeda dengan buncit lemak yang cenderung lunak dan tidak sakit.
  • Pembengkakan Mendadak: Ukuran perut bertambah cepat, tidak sebanding dengan kenaikan berat badan secara keseluruhan.
  • Gejala Sistemik: Disertai mual, muntah, demam, atau diare berkepanjangan.
  • Tanda Fisik Lain: Pembuluh darah di permukaan kulit perut tampak jelas, kulit menguning atau kemerahan.
  • Pembengkakan Menyebar: Kaki, wajah, atau tangan ikut membengkak.
  • Penurunan Berat Badan: Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas.
  • Gangguan Pencernaan: Susah buang air besar (BAB), mencret berkepanjangan, hingga BAB berdarah.

Jika Anda mengalami kombinasi gejala di atas, terutama jika memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit hati, ginjal, atau radang usus, segera konsultasi medis.

🏥 7 Penyakit yang Bisa Bikin Perut Membuncit

Berikut adalah ragam kondisi medis yang sering kali menyebabkan perut tampak membesar:

1. Penyumbatan Usus (Obstruksi Intestinal)

Kondisi ini terjadi ketika aliran makanan, cairan, dan gas terhambat di usus. Perut akan membuncit secara mendadak dan terasa sangat sakit. Pasien biasanya tidak bisa buang angin atau BAB. Ini adalah kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani di rumah sakit.

2. Tumor atau Kista di Perut

Pertumbuhan jaringan abnormal seperti kista ovarium, miom rahim, atau tumor jinak dapat mendorong dinding perut. Ciri khasnya, perut sering membesar tidak simetris atau menonjol di satu sisi. Penderita juga mudah merasa cepat kenyang.

3. Infeksi Berat Rongga Perut (Peritonitis)

Infeksi pada selaput pelindung organ dalam (peritoneum) menyebabkan peradangan hebat. Akibatnya, cairan dan nanah menumpuk, membuat perut kaku seperti papan dan sangat nyeri. Biasanya disertai demam tinggi dan lemas berat.

4. Radang Usus Kronis

Penyakit seperti Crohn’s disease dan kolitis ulseratif memicu peradangan berkepanjangan di usus. Gejalanya berupa perut kembung membuncit disertai diare terus-menerus, kadang bercampur darah.

5. Sirosis Hati

Kerusakan hati jangka panjang menyebabkan fungsi organ menurun, termasuk mengatur keseimbangan cairan. Akibatnya, cairan menumpuk di rongga perut (asites). Ciri khasnya: perut tegang, kulit perut mengkilap, dan kadang tampak pembuluh darah menonjol seperti laba-laba.

6. Gagal Ginjal

Ginjal yang tidak berfungsi optimal gagal membuang kelebihan cairan dari tubuh. Cairan ini kemudian menumpuk di jaringan, termasuk di rongga perut. Gejala penyertanya antara lain urine berbusa, wajah bengkak, dan sesak napas.

7. Kanker Saluran Cerna

Kanker lambung, usus besar, hati, atau pankreas di tahap lanjut bisa menimbulkan benjolan atau penumpukan cairan di perut. Gejala yang menyertai biasanya adalah penurunan berat badan ekstrem tanpa sebab jelas.

⚠️ Kapan Anda Harus ke Dokter?

Jangan tunggu sampai gejala bertambah parah. Segera cari pertolongan medis jika Anda merasakan:

  • Perut membesar tiba-tiba dan sangat cepat.
  • Perut terasa keras dan sakit jika ditekan.
  • Muntah terus-menerus atau demam tinggi.
  • Tidak bisa buang air besar atau buang angin dalam waktu lama.
  • Sesak napas yang menyertai pembesaran perut.

Untuk keluhan ringan yang belum darurat, Anda dapat memanfaatkan layanan konsultasi daring dengan dokter. Namun jika gejala terasa berat, pemeriksaan langsung ke fasilitas kesehatan tetap menjadi pilihan utama.

Memahami ciri perut buncit karena penyakit sangat penting untuk deteksi dini. Jangan pernah mengabaikan perubahan pada tubuh Anda, terutama jika disertai keluhan lain yang tidak biasa.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News