Hot Topics

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

BEKASI: Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden itu melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL.

Peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia. Sebanyak 81 orang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan.

Tabrakan keras itu juga menyebabkan salah satu gerbong KRL rusak parah. Proses evakuasi berlangsung sejak malam hingga pagi karena sejumlah korban terjepit di dalam gerbong.

Berikut fakta terbaru kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

1. KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berada di Stasiun Bekasi Timur. Benturan terjadi cukup keras hingga bagian depan KA jarak jauh menembus gerbong belakang KRL.

Dalam video yang beredar di media sosial, KA Argo Bromo Anggrek awalnya terlihat melaju tanpa hambatan. Tidak lama kemudian, tabrakan terjadi dan menimbulkan kepanikan.

Perekam video kemudian keluar dari rangkaian KA. Dari tayangan tersebut terlihat bagian belakang KRL mengalami kerusakan berat akibat hantaman.

2. Gerbong Wanita KRL Mengalami Kerusakan Parah

Gerbong yang tertabrak disebut sebagai gerbong khusus wanita. Posisi gerbong itu berada di bagian paling belakang rangkaian KRL.

Seorang warga bernama Andi mengatakan gerbong tersebut menjadi titik benturan utama. Ia menyebut bagian belakang KRL mengalami kerusakan paling parah.

“Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang,” ujar Andi, dikutip dari Antara.

3. Penumpang Panik dan Pecahkan Kaca untuk Menyelamatkan Diri

Kepanikan terjadi sesaat setelah tabrakan. Sejumlah penumpang berusaha keluar dari gerbong untuk menyelamatkan diri.

Salah satu penumpang bernama Rendi Pangestu mengaku sedang dalam perjalanan pulang kerja dari arah Manggarai, Jakarta Selatan. Saat benturan terjadi, ia dan penumpang lain terpental.

“Saya ngobrol sama kakek-kakek, baru dua kalimat saya lontarkan tiba-tiba guncangan terjadi ditabrak kereta. Saya rasa kenceng banget,” kata Rendi.

Menurutnya, penumpang di beberapa gerbong ikut merasakan dampak benturan. Kondisi paling parah diduga terjadi di gerbong belakang yang menjadi titik tabrakan.

4. Ada Insiden Taksi Tertemper KRL Sebelum Tabrakan

Sebelum tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi, terdapat insiden taksi tertemper KRL di sekitar perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan laporan akun TMC Polda Metro, insiden taksi tersebut terjadi sekitar pukul 20.50 WIB. Taksi dilaporkan berhenti di tengah lintasan kereta.

Akibat kejadian itu, satu rangkaian KRL berhenti di sekitar lokasi. Tidak lama kemudian, KRL yang berada di Stasiun Bekasi Timur tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.

5. Green SM Indonesia Buka Suara

Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan terkait dugaan keterlibatan salah satu armadanya dalam insiden awal di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Melalui akun Instagram resminya, Green SM menyebut pihaknya memperhatikan penuh kejadian tersebut. Perusahaan juga memastikan akan mendukung proses investigasi.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis Green SM Indonesia.

6. KAI Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan dugaan awal terkait penyebab kecelakaan. Menurutnya, insiden bermula dari taksi yang tertemper KRL di JPL 85.

Bobby mengatakan kejadian itu diduga mengganggu sistem perkeretaapian di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

“Dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur agak terganggu,” ujar Bobby.

Meski demikian, KAI masih menunggu hasil investigasi mendalam dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.

“Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini,” katanya.

7. Tujuh Orang Meninggal Dunia, 81 Luka-luka

KAI melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini mencapai tujuh orang. Sementara itu, 81 penumpang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan.

“Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang,” kata Bobby.

Proses evakuasi dilakukan oleh Basarnas sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Petugas harus memotong bagian gerbong untuk mengeluarkan korban yang terjepit.

Kepala Basarnas M Syafii mengatakan tim berupaya mempercepat evakuasi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta.

“Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit,” ujar Syafii.

Petugas gabungan terus melakukan penanganan di lokasi. Investigasi penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News