JAKARTA – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin (30/1/2026). Keputusan tersebut datang setelah dua hari berturut-turut gejolak pasar yang mengguncang bursa, menambah ketidakpastian di tengah situasi ekonomi yang sudah penuh tantangan.
Iman Rachman, yang telah memimpin BEI sejak 2023, mengungkapkan bahwa pengunduran diri ini merupakan langkah pribadi yang dia ambil untuk menjaga integritas dan memberikan kesempatan bagi penggantinya untuk melanjutkan upaya memperkuat pasar modal Indonesia. “Saya merasa sudah saatnya untuk memberikan ruang bagi pimpinan baru yang dapat membawa BEI ke arah yang lebih baik,” kata Iman dalam keterangan pers yang diterima Kompas.
Pada pekan lalu, pasar saham Indonesia mengalami fluktuasi signifikan yang disebabkan oleh ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik yang mempengaruhi sentimen investor. Selama dua hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI turun tajam, memicu reaksi dari para pelaku pasar yang khawatir akan dampak dari ketidakpastian tersebut.
Gejolak Pasar dan Dampaknya pada BEI
Gejolak pasar yang terjadi pada dua hari berturut-turut tersebut menambah tekanan bagi BEI, yang selama ini berusaha memulihkan sentimen positif di pasar modal Indonesia setelah berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang turut berkontribusi pada penurunan IHSG adalah perubahan kebijakan moneter global, serta meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi di beberapa negara besar.
Sumber internal yang dekat dengan BEI menyatakan bahwa meskipun Iman Rachman sudah berupaya keras mengelola pasar di tengah tantangan tersebut, keputusan pengunduran dirinya adalah bentuk tanggung jawab terhadap kondisi yang ada. Pihak BEI memastikan bahwa transisi kepemimpinan akan dilakukan dengan lancar agar tidak mengganggu stabilitas pasar modal.
Tantangan BEI ke Depan
Iman Rachman mengungkapkan bahwa meskipun ada tantangan besar di pasar, dia tetap optimis akan masa depan BEI dan pasar modal Indonesia. “Kami telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasar saham dan mendukung perkembangan ekonomi Indonesia,” katanya.
Dalam pernyataannya, Iman juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan semua pihak yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. Dia berharap penggantinya dapat terus meningkatkan transparansi, inovasi, dan partisipasi publik dalam pasar modal, yang menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekonomi nasional.
Masa Depan BEI dan Stabilitas Pasar Modal Indonesia
Pasar saham Indonesia, yang sempat dilanda gejolak beberapa waktu terakhir, diperkirakan akan terus menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian global. Namun, para analis pasar meyakini bahwa dengan kepemimpinan baru, BEI akan dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan memanfaatkan peluang yang ada untuk menarik minat investor domestik dan internasional.
Pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI di tengah gejolak pasar yang sedang berlangsung menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia. Namun, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk memberi kesempatan bagi pemimpin baru yang akan membawa BEI melalui tantangan pasar yang semakin kompleks. Pasar saham Indonesia diperkirakan akan tetap menghadapai ketidakpastian, namun dengan kepemimpinan yang tepat, diharapkan stabilitas pasar dapat terjaga.



