Veda Ega Pratama mencuri perhatian besar pada lima race awal Moto3 2026. Sebagai rookie, pembalap Indonesia itu langsung tampil kompetitif bersama Honda Team Asia. Dalam lima seri pertama, Veda mengumpulkan 50 poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026.
Catatan Veda sangat solid. Ia finis kelima di Moto3 Thailand, naik podium ketiga di Brasil, gagal finis di Amerika Serikat, finis keenam di Spanyol, lalu menutup lima race awal dengan posisi keempat di Prancis.
Jika dibandingkan dengan Maximo Quiles saat menjalani lima race awal sebagai rookie Moto3 2025, perbedaannya cukup mencolok. Berdasarkan data yang diberikan, Quiles hanya meraih 11 poin dari lima balapan awal. Poin itu datang dari GP Amerika Serikat, sementara empat seri lain berakhir tanpa poin.
| Pembalap | Musim Rookie | Race 1 | Race 2 | Race 3 | Race 4 | Race 5 | Total Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Maximo Quiles | Moto3 2025 | 0 | 0 | 11 | 0 | 0 | 11 |
| Veda Pratama | Moto3 2026 | 11 | 16 | 0 | 10 | 13 | 50 |
Dari sisi konsistensi, Veda lebih unggul. Ia mencetak poin dalam empat dari lima race awal. Bahkan, Veda langsung meraih podium pada seri kedua di Brasil dan hampir kembali podium di Prancis. Quiles, pada fase awal rookie-nya, masih tampil naik turun dan baru sekali masuk zona poin.
Namun, perbandingan ini juga menunjukkan dua pola perkembangan berbeda. Quiles mungkin memulai lebih lambat pada musim rookie 2025, tetapi pada Moto3 2026 ia berkembang pesat dan kini memimpin klasemen dengan 115 poin.

Kesimpulannya, Veda Pratama punya start rookie yang lebih impresif dibanding Maximo Quiles. Dengan 50 poin dari lima race awal, satu podium, dan tiga kali finis enam besar, Veda bukan hanya tampil menjanjikan, tetapi juga langsung masuk radar persaingan papan atas Moto3 2026.


