Hot Topics

Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 Ditemukan dalam Kondisi Utuh di Lereng Gunung Bulusaraung

Makassar – Tim SAR gabungan berhasil mencapai titik terang dalam investigasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan menemukan kotak hitam (black box) pesawat. Perangkat krusial tersebut berhasil dievakuasi dari reruntuhan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/1) pagi.

Temuan ini menjadi perkembangan penting yang diharapkan dapat mengungkap kronologi dan penyebab insiden penerbangan tersebut. Black box ditemukan masih tertanam dengan aman di dalam potongan ekor pesawat yang merupakan bagian dari puing yang tersebar di lokasi kecelakaan.

Proses Evakuasi dan Kondisi Black Box

Kol. Inf. Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut dari Posko SAR Tompo Bulu. Menurutnya, tim khusus telah bergerak menuju lokasi untuk memeriksa potongan ekor pesawat yang teridentifikasi.

“Alhamdulillah tadi pagi sudah bisa menuju ke lokasi tersebut dan mengecek secara utuh potongan ekor pesawat,” ujar Dody. “Untuk black box-nya ada di dalam bagian potongan ekor. Kita sudah lepas dari dudukannya dan sedang proses turun menuju posko.”

Dody menekankan bahwa perekam data penerbangan itu ditemukan dalam kondisi utuh dan masih berada pada posisi aslinya di dalam struktur ekor. “Potongan ekor tersebut dan di dalamnya berada di posisinya, tidak terlepas,” jelasnya.

Langkah Investigasi Selanjutnya

Setelah berhasil diekstraksi dari reruntuhan, kotak hitam segera dibawa menuju posko SAR untuk diamankan. Tim memperkirakan proses evakuasi fisik menurunkan perangkat dari gunung akan memakan waktu beberapa jam.

“Kita prediksi akan tiba di posko sekitar tiga jam ke depan,” kata Dody. Setelah tiba di Posko SAR Tompo Bulu, black box akan segera diserahkan kepada pihak berwenang, dalam hal ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk dianalisis lebih lanjut.

Analisis terhadap data dalam black box, yang terdiri dari Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR), dianggap sebagai kunci utama untuk merekonstruksi kejadian menit-menit terakhir sebelum pesawat jatuh. Temuan ini diharapkan dapat memberikan jawaban bagi pihak berwenang dan keluarga korban.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News