Militer Iran dikabarkan melepaskan tembakan peringatan ke arah empat kapal di Selat Hormuz, tidak lama setelah Amerika Serikat menyerang fasilitas militer Iran pada Kamis (28/5) dini hari waktu setempat.
Dikutip dari CNN, empat kapal tersebut disebut berusaha melintasi Selat Hormuz dan masuk ke Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan aparat keamanan yang bertugas di kawasan itu.
Menurut laporan media yang terkait dengan pemerintah Iran, kapal-kapal tersebut telah lebih dulu diberi peringatan. Namun, setelah peringatan diabaikan, militer Iran melepaskan tembakan peringatan hingga kapal-kapal itu berbalik arah.
Kapal Disebut Masuk Selat Hormuz Tanpa Koordinasi
Laporan tersebut menyebut empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz tanpa mengikuti prosedur koordinasi keamanan.
“Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut. Mereka diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah,” demikian isi laporan itu.
Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC menembakkan tembakan peringatan ke arah kapal tanker minyak Amerika Serikat.
Tasnim juga menyebut kapal-kapal tersebut dipaksa berbalik arah setelah insiden itu.
AS Disebut Menyerang Area Dekat Bandar Abbas
Dalam laporan yang sama, Tasnim menyatakan militer AS menembak ke wilayah tandus dekat Bandar Abbas sebagai respons atas insiden tersebut.
Sebelumnya, militer AS kembali membombardir Iran pada Rabu (27/5). Serangan itu disebut menargetkan operasi drone Iran di kawasan sekitar Selat Hormuz.
Militer AS dilaporkan menembak jatuh empat drone serang Iran dan menyerang stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas.
Iran Anggap Serangan AS Langgar Gencatan Senjata
Amerika Serikat menilai serangan itu masih berada dalam batas perjanjian gencatan senjata. Namun, Iran mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata.
IRGC kemudian merespons serangan AS dengan menargetkan sejumlah pangkalan udara Amerika.
“Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut ditargetkan pada pukul 04.50 pagi (0120 GMT),” kata Garda Revolusi, seperti dikutip IRIB dari AFP, Kamis (28/5).
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian karena kawasan ini merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Insiden antara Iran dan AS di wilayah tersebut berpotensi meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Teluk Persia.

