Hot Topics

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dikubur? Ini Alasan Ilmiahnya

Ikan sapu-sapu menjadi salah satu spesies invasif yang sulit dikendalikan di sejumlah perairan Indonesia, termasuk sungai-sungai di Jakarta. Populasinya yang terus meningkat menimbulkan kekhawatiran karena dapat mengganggu ekosistem dan menggeser keberadaan ikan lokal.

Salah satu cara yang sering dilakukan dalam proses pemusnahan ikan sapu-sapu adalah mematahkan tubuhnya, lalu menguburnya di tanah. Cara ini tidak dilakukan tanpa alasan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai hewan yang sangat kuat dan mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.

Lantas, mengapa ikan sapu-sapu perlu dikubur agar benar-benar mati? Berikut penjelasannya.

1. Ikan sapu-sapu bisa bertahan hidup di luar air

Tidak seperti banyak jenis ikan lain, ikan sapu-sapu tidak langsung mati saat berada di darat. Spesies ini memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi minim air selama beberapa waktu.

Dilansir dari The Science Times, ikan sapu-sapu dapat memperlambat aktivitas tubuhnya ketika berada di lingkungan yang kurang mendukung. Kemampuan ini membuatnya tetap hidup meski tidak berada di dalam air.

Karena itu, membiarkan ikan sapu-sapu di daratan belum tentu cukup untuk mematikannya. Jika tubuhnya masih mendapat akses oksigen, ikan ini masih berpeluang bertahan hidup. Penguburan dilakukan untuk memutus akses oksigen secara lebih total sehingga ikan benar-benar mati.

2. Fungsi organ ikan tidak langsung berhenti

Ikan sapu-sapu yang terlihat diam belum tentu sudah mati. Beberapa fungsi organ tubuhnya masih dapat bekerja dalam waktu tertentu setelah ikan diangkat dari air.

Secara umum, ikan bernapas menggunakan insang. Insang menyerap oksigen dari air. Saat ikan berada di luar air, fungsi insang akan menurun karena tidak lagi mendapat pasokan air yang cukup.

Namun, pada ikan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi minim oksigen, proses kematian dapat berlangsung lebih lambat. Penelitian yang terbit dalam Scientific Reports pada 2025 menjelaskan bahwa beberapa jenis ikan memiliki toleransi hipoksia, yaitu kemampuan sel tubuh bertahan dalam kondisi kekurangan oksigen untuk waktu singkat.

Inilah yang membuat penguburan dianggap lebih efektif. Dengan menutup akses udara, proses berhentinya fungsi organ dapat berlangsung lebih cepat.

3. Mencegah ikan kembali ke sungai

Penguburan juga bertujuan mencegah ikan sapu-sapu kembali ke perairan. Jika hanya dibuang di pinggir sungai, jalan, atau tempat terbuka, ikan ini masih berisiko terbawa air hujan dan kembali masuk ke sungai.

Florida Fish and Wildlife Conservation Commission atau FWC menyebut ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan di luar air dalam waktu cukup lama. Artinya, pembuangan sembarangan justru dapat membuat upaya pemusnahan menjadi tidak efektif.

Dengan dikubur, peluang ikan kembali ke habitat air dapat ditekan.

4. Mengurangi risiko pencemaran lingkungan

Alasan lain ikan sapu-sapu perlu dikubur adalah untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar dapat menyerap zat berbahaya ke dalam tubuhnya.

Penelitian dalam jurnal Heliyon pada 2023 menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung dapat mengandung logam berat seperti merkuri dan timbal. Jika bangkainya dibiarkan membusuk di tempat terbuka, zat berbahaya itu berpotensi mencemari lingkungan atau masuk ke tubuh hewan lain yang memakannya.

Penguburan membantu membatasi penyebaran bangkai ikan di area terbuka. Namun, lokasi penguburan tetap perlu diperhatikan agar tidak dekat dengan sumber air bersih, permukiman, atau area yang berisiko tergenang.

Mengapa ikan sapu-sapu dianggap berbahaya bagi ekosistem?

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif karena mampu berkembang biak dengan cepat dan bersaing dengan ikan lokal. Jika populasinya tidak dikendalikan, ikan ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Keberadaannya juga dapat memengaruhi rantai makanan, merusak habitat dasar perairan, dan mengurangi ruang hidup ikan asli. Karena itu, sejumlah wilayah mulai menggencarkan pengendalian populasi ikan sapu-sapu.

Kesimpulan

Ikan sapu-sapu perlu dikubur karena memiliki daya tahan hidup yang tinggi, termasuk saat berada di luar air. Penguburan dilakukan untuk memastikan ikan benar-benar mati, mencegahnya kembali ke sungai, serta mengurangi risiko penyebaran polutan dari tubuh ikan yang hidup di perairan tercemar.

Meski terlihat sederhana, cara ini menjadi salah satu langkah pengendalian agar populasi ikan sapu-sapu tidak semakin merusak ekosistem sungai.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News