Militer Iran dikabarkan melepaskan tembakan peringatan ke arah empat kapal di Selat Hormuz, tidak lama setelah Amerika Serikat menyerang fasilitas militer Iran pada Kamis (28/5) dini hari waktu setempat.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu. Penangguhan itu disebut dilakukan dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Dua kapal milik Pertamina yang sebelumnya sempat tertahan kini dikabarkan telah memperoleh lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz. Kabar tersebut disampaikan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, pada Sabtu, 28 Maret 2026.