Hot Topics

Serangan Jantung yang Berawal dari Gigi Berlubang

Bagi sebagian orang, waktu adalah hal yang paling berharga, karena setiap detik yang terlewat tidak bisa kembali. Hal ini sangat dirasakan oleh Suryani (41), istri dari Steven (40), yang menghadapi kenyataan pahit saat suaminya mengalami serangan jantung yang datang tiba-tiba. Dalam keadaan yang sangat kritis, Steven sempat dinyatakan meninggal oleh tim medis selama 50 menit.

Serangan Jantung yang Mengejutkan
Steven, seorang worship pastor yang berdedikasi, selalu menjaga kesehatan tubuhnya. Namun, pada akhir tahun 2025, dia terpaksa berhenti memberi pelayanan karena sebuah alasan yang tak terduga: serangan jantung yang mengancam nyawanya.

Menurut Ani, yang akrab disapa oleh orang-orang terdekatnya, serangan jantung ini terjadi setelah mereka menyadari adanya masalah pada gigi berlubang yang sebelumnya dianggap remeh. “Sampai IGD, diantar ke depan pintu IGD, seketika itu langsung kejang 20 detik, dan Steven langsung ‘hilang’. Ternyata itu serangan jantung,” ujar Ani, mengenang detik-detik dramatis tersebut.

Tantangan Berat yang Dihadapi
Ani merasa terpukul. Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi pada suaminya yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kesehatannya? Namun, saat dokter mulai menjelaskan kondisi medis Steven, gambaran yang lebih besar mulai terlihat. Steven didiagnosis dengan masalah serius, termasuk aritmia, penyumbatan pembuluh darah, hingga aneurisma.

“Ada infeksi yang sangat mengejutkan, ternyata itu berasal dari gigi,” kata Ani, mengungkapkan fakta yang belum pernah mereka duga sebelumnya. Setelah serangkaian pemeriksaan, termasuk TEE dan kultur darah, diketahui bahwa infeksi tersebut berasal dari kuman yang ada di gigi berlubang, yang akhirnya menyebar melalui aliran darah dan menetap di jantung.

Prosedur Medis untuk Menyelamatkan Nyawa
Perjalanan medis yang dihadapi keluarga Steven tidak mudah. Dengan kondisi yang sangat kritis, Steven menjalani prosedur besar yang dikenal dengan nama Modified Bentall Procedure. Prosedur ini melibatkan rekonstruksi dan penggantian katup aorta, akar aorta, dan sebagian aorta asenden dengan menggunakan tabung prostetik.

“Risikonya sangat besar, dan kondisi jantung Steven sangat rapuh akibat infeksi. Setiap jahitan berisiko memicu perdarahan hebat,” jelas dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp. BTKV (K), PhD, FIHA, FICA, spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular yang menangani Steven. Meskipun prosedur ini sangat kompleks dan penuh risiko, tim medis berhasil menyelesaikannya dengan baik dalam waktu enam jam, jauh lebih cepat dari perkiraan.

Jangan Pernah Meremehkan Kesehatan Gigi
Kisah Steven mengajarkan banyak hal, terutama tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Dr. Maulidya Ayudika Dandanah, Sp.BTKV(K), FIHA, mengingatkan bahwa masalah kesehatan gigi yang tidak diatasi dengan serius bisa memicu infeksi jantung yang fatal. “Jika batuk atau pilek sering kambuh dan berlangsung berulang, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui lebih dini,” ungkapnya.

Proses Pemulihan yang Lambat namun Penuh Harapan
Setelah menjalani operasi besar dan perawatan intensif, Steven mulai pulih. Meskipun masih harus menjalani masa pemulihan, kondisinya semakin membaik. “Saya tidak menyangka akan mengalami hal sebesar ini, tapi Puji Tuhan, saya bisa recovery normal dalam waktu satu bulan empat minggu,” kata Steven dengan penuh rasa syukur.

Kini, meskipun aktivitas fisik Steven masih terbatas, keluarga Steven tetap berharap agar ia bisa segera kembali menjalani hidup normal dan melanjutkan perjalanan pelayanannya. Serangan jantung yang dimulai dari gigi berlubang ini menyadarkan banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News