Gelaran MotoGP Thailand 2026 tidak hanya menyajikan persaingan sengit di kelas utama, tetapi juga menjadi saksi lahirnya bintang baru dari Indonesia. Veda Ega Pratama, pembalap rookie berusia belia yang turun di kelas Moto3, langsung mencuri perhatian publik dengan performa gemilangnya sejak sesi pertama. Ia tidak hanya tampil kompetitif, tetapi juga memecahkan rekor sebagai pembalap Indonesia dengan finis terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang Grand Prix.
Ekspektasi tinggi memang sudah disematkan kepada Veda Ega mengawali musim 2026. Pasalnya, kiprahnya di ajang junior terbilang mentereng. Ia berhasil menyabet gelar juara Asia Talent Cup (ATC) pada tahun 2024, dan diikuti dengan prestasi gemilang sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup (RBRC) di tahun 2025. Catatan impresif itu langsung dibuktikannya di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, sejak lampu hijau sesi latihan dinyalakan.
Dominasi sejak Latihan Bebas
Veda Ega tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan motornya di kelas Moto3. Pada sesi Free Practice 1 (FP1), ia langsung melesat menempati posisi keenam. Performa konsisten kembali ditunjukkan di sesi Free Practice 2 (FP2) dengan finish di urutan kesembilan.
Kecepatan dan konsistensinya berbuah manis di sesi kualifikasi. Veda Ega tampil percaya diri dan berhasil merebut posisi start kelima di grid. Posisi ini menjadi modal berharga bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk menjalani balapan perdana di Moto3.
Race yang Menegangkan: Sempat di P3, Finis Kelima
Start dari posisi kelima, Veda Ega langsung tancap gas. Ia terlibat dalam persaingan sengit di grup depan yang merupakan ciri khas balapan Moto3. Puncaknya, pada lap ke-13, Veda Ega bahkan berhasil menempati posisi ketiga (P3) , memicu euforia dan harapan besar akan podium perdana.
Meski akhirnya tersalip dan harus puas finis di urutan kelima, pencapaian Veda Ega Pratama di seri pembuka ini terbilang luar biasa. Ia sukses melewati garis finis sebagai yang terbaik di antara para rookie (pembalap debutan) lainnya.
Ukir Sejarah Baru untuk Indonesia
Finis kelima di Moto3 Thailand 2026 bukan sekadar angka. Pencapaian ini memecahkan rekor dan mencatatkan nama Veda Ega Pratama dalam buku sejarah balap motor Indonesia.
- Finis Terbaik Sepanjang Sejarah: Veda Ega resmi menjadi pembalap Indonesia dengan torehan finis terbaik di ajang Grand Prix. Rekor sebelumnya dipegang oleh Mario Suryo Aji yang finis kesembilan di kelas Moto2 Amerika Serikat tahun 2025.
- Debut Lebih Manis dari Legenda: Dalam hal balapan debut, Veda Ega jauh melampaui torehan para pendahulunya. Sebelumnya, rekor finis debut terbaik dipegang oleh Gerry Salim yang menempati posisi ke-16 di Moto3 Italia 2019. Veda Ega berhasil finis di posisi kelima di debutnya.
- Peraih Poin Perdana Tercepat: Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih poin (5 poin) di balapan perdananya. Ini menunjukkan kesiapannya untuk bersaing di level tertinggi sejak langkah awal.
Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama tidak hanya membawa harum nama bangsa, tetapi juga membuktikan bahwa bakat muda Indonesia mampu bersinar di kancah balap motor dunia. Para penggemar Moto3 Tanah Air kini punya alasan baru untuk antusias menyaksikan setiap seri musim ini. Akankah Veda Ega mampu naik podium di seri berikutnya? Kita nantikan aksinya!


