Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan 1447 H, umat Islam di seluruh dunia mulai meningkatkan intensitas ibadah. Hanya ada satu target utama: meraih malam Lailatul Qadar, malam istimewa yang nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan.
Lantas, di malam manakah gerbang langit terbuka lebar untuk mengabulkan doa di tahun 2026 ini? Memahami kapan Lailatul Qadar terjadi adalah langkah awal bagi kaum muslim untuk mempersiapkan diri seoptimal mungkin.
Perbedaan Pendapat Ulama soal Waktu Lailatul Qadar
Persoalan waktu pasti terjadinya malam penuh kemuliaan ini memang menjadi rahasia Allah SWT. Para ulama pun memiliki sejumlah pandangan, namun semuanya sepakat untuk menganjurkan umat Islam giat beribadah di penghujung Ramadan.
Ustaz Ahmad Sarwat, dai dari Rumah Fikih Indonesia, dalam bukunya ‘Jaminan Mendapat Lailatul Qadar’ menjelaskan adanya perbedaan di kalangan ulama. Sebagian kecil berpendapat malam istimewa ini bisa terjadi kapan saja selama bulan Ramadan.
Namun, mayoritas ulama bersepakat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pendapat inilah yang paling kuat dan dipegang oleh kebanyakan umat Islam.
45 Pendapat dan Satu yang Paling Unggul
Ulama hadis terkemuka dari mazhab Syafi’i, Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372-1449), dalam kitab monumentalnya Fathul Bari, bahkan mengumpulkan hingga 45 pendapat berbeda tentang penetapan waktu Lailatul Qadar. Setiap pendapat memiliki dalil dan argumennya masing-masing.
Meski demikian, Ibnu Hajar menyatakan bahwa pendapat yang paling unggul (rajih) tetaplah yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Hal ini didasari oleh hadits shahih dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan.” (Muttafaq ‘alaih)
Malam Ganjil Mana yang Paling Potensial?
Di antara malam-malam ganjil itu (21, 23, 25, 27, 29 Ramadan), para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai malam yang paling potensial.
- Menurut Imam Syafi’i: Malam Lailatul Qadar paling potensial terjadi pada malam 21 dan 23 Ramadan.
- Menurut Mayoritas Ulama: Pendapat yang lebih masyhur adalah bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan. Pendapat ini dinilai kuat oleh banyak kalangan, termasuk yang disebutkan dalam Fathul Bari.
Lantas, apakah tanggal-tanggal tersebut jika dikonversi ke kalender Masehi 2026? Penting untuk dicatat bahwa penetapan 1 Ramadan 1447 H akan ditentukan melalui sidang isbat. Sebagai gambaran, jika 1 Ramadan jatuh sekitar 18 Februari 2026, maka perkiraan 10 malam terakhir akan dimulai pada malam 18 Maret 2026. Dengan demikian, malam ganjil potensial jatuh pada:
- Malam 21 Ramadan: Sekitar malam 9 Maret 2026
- Malam 23 Ramadan: Sekitar malam 11 Maret 2026
- Malam 25 Ramadan: Sekitar malam 13 Maret 2026
- Malam 27 Ramadan: Sekitar malam 15 Maret 2026
- Malam 29 Ramadan: Sekitar malam 17 Maret 2026
Perlu diingat: Tanggal di atas adalah perkiraan dan dapat berbeda menyesuaikan hasil penetapan awal Ramadan oleh pemerintah.
Raih Keberkahan di Semua Malam Ganjil
Daripada sibuk memperdebatkan tanggal pastinya, para ulama justru menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan seluruh malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Dengan beribadah setiap malamnya, seorang muslim telah mengikuti sunnah Nabi dan memastikan dirinya tidak akan terlewat dari malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Mulailah menghidupkan malam-malam ini dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bermunajat memohon ampunan. Jangan lupa untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
Wallahu a’lam bishawab.

