Upaya memperkuat Timnas Indonesia dengan talenta muda keturunan terus menjadi perhatian. Kali ini, nama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dikaitkan dengan dua pemain muda potensial yang disebut masuk dalam radar naturalisasi, yakni Demiane Agustien dan Luke Vickery.
Kabar ini muncul setelah Herdman melakukan perjalanan ke Eropa untuk memantau sejumlah pemain yang berpotensi memperkuat skuad Garuda. Bukan hanya pemain yang sudah memiliki kedekatan dengan Timnas Indonesia, kunjungan tersebut juga disebut menjadi momen penting untuk mengamati pesepakbola keturunan yang tampil menjanjikan di level klub.
Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal yang Punya Darah Indonesia
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Demiane Agustien, pemain muda Arsenal yang sedang naik daun. Winger kelahiran 28 Juli 2007 itu disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak keluarga ibunya. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa neneknya berasal dari Jakarta, sehingga membuka peluang bagi Agustien untuk membela Timnas Indonesia di masa depan.
Nama Demiane Agustien mencuat setelah tampil impresif bersama tim muda Arsenal. Performa apiknya membuat pemain ini mulai dipandang sebagai salah satu prospek cerah di akademi klub asal London tersebut. Di usianya yang masih sangat muda, Agustien sudah menunjukkan kualitas teknis, kecepatan, dan kreativitas yang menjadikannya sorotan.
Informasi mengenai ketertarikan Herdman terhadap Agustien diungkap oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot. Melalui akun Instagram @noorkorompotalks, ia menyebut bahwa Agustien termasuk pemain muda yang masuk daftar bidikan pelatih Timnas Indonesia.
“Winger Arsenal Demiane Agustien mencuat setelah tampil luar biasa bersama Arsenal U-21. Ia masuk daftar pemain muda yang dibidik pelatih Timnas,” tulis Noor, dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Pada musim ini, Agustien tampil cukup menonjol. Pemain yang juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang itu tercatat mengemas 4 gol dalam 18 pertandingan di ajang Premier League 2 dan UEFA Youth League. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa ia bukan sekadar pemain muda biasa, melainkan sosok yang mulai berkembang menjadi calon bintang masa depan.
Luke Vickery Juga Masuk Radar PSSI
Selain Demiane Agustien, nama lain yang juga dikaitkan dengan Timnas Indonesia adalah Luke Vickery. Pemain muda yang kini membela Macarthur FC itu disebut sudah cukup lama masuk pantauan untuk proses naturalisasi.
Noor Korompot juga mengungkap bahwa Luke Vickery termasuk salah satu pemain yang terus diperhatikan oleh PSSI. Dalam keterangannya, ia menyinggung bahwa pemain berusia 20 tahun tersebut merupakan bagian dari daftar talenta muda yang dinilai berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
“Selain itu, Luke Vickery pemain muda yang masuk radar PSSI. Luke berusia 20 tahun yang kini membela Macarthur FC di ajang A-League,” tulis Noor.
Vickery sendiri sedang menunjukkan performa yang cukup menjanjikan bersama klubnya. Dalam 24 pertandingan di semua kompetisi, ia sukses mencatatkan 5 gol dan 3 assist. Catatan itu termasuk kontribusinya di ajang AFC Champions League 2 2025-2026, yang memperlihatkan bahwa ia mampu bersaing di level kompetitif.
Dengan usia yang masih muda dan produktivitas yang cukup baik, Luke Vickery dipandang sebagai aset menarik untuk proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Jika proses pendekatan berjalan lancar, kehadirannya tentu bisa menambah kedalaman skuad Garuda, terutama di sektor serang.
PSSI Harus Bergerak Cepat
Meski peluang naturalisasi dua pemain ini tampak terbuka, situasinya tidak sepenuhnya mudah. PSSI harus bergerak cepat jika benar-benar ingin mengamankan jasa mereka. Alasannya, kedua pemain memiliki opsi untuk membela negara lain.
Demiane Agustien diketahui berpeluang membela Belanda dan Curacao, selain Indonesia. Sementara itu, Luke Vickery disebut juga bisa memperkuat Australia dan Amerika Serikat. Persaingan ini membuat proses pendekatan tidak bisa dilakukan setengah hati.
Bagi Timnas Indonesia, perekrutan pemain muda keturunan seperti Agustien dan Vickery bisa menjadi investasi penting untuk masa depan. Keduanya masih berada dalam fase perkembangan karier, sehingga peluang untuk membentuk mereka menjadi bagian dari generasi emas sepak bola Indonesia masih sangat terbuka.
Jika PSSI mampu mengambil langkah cepat dan tepat, bukan tidak mungkin dua nama ini akan menjadi tambahan kekuatan yang berharga bagi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

