Hot Topics

Makan Sehat Tinggi Kalori ala Erling Haaland, Bahan Bakar Sang Mesin Gol

Tubuh besar, kecepatan tinggi, dan kekuatan untuk berduel selama pertandingan membuat kebutuhan energi Erling Haaland berbeda dari kebanyakan orang. Di balik penampilannya sebagai mesin gol, penyerang asal Norwegia tersebut dikenal menjalani pola makan tinggi kalori yang menekankan bahan pangan padat nutrisi.

Sejumlah laporan menyebut konsumsi energi Haaland dapat mencapai sekitar 6.000 kalori dalam sehari pada periode dengan tuntutan latihan dan pertandingan yang berat. Menu yang dikaitkan dengannya mencakup daging sapi, ikan, telur, sayuran, madu, nasi, serta jeroan seperti hati dan jantung sapi. Angka tersebut tetap perlu dipahami sebagai laporan media, bukan target kalori yang bisa diterapkan kepada semua orang.

Tinggi kalori bukan berarti bebas makan sembarangan

Istilah makanan tinggi kalori sering diasosiasikan dengan gorengan, minuman manis, atau makanan cepat saji. Pendekatan Haaland justru memperlihatkan prinsip yang berbeda: mendapatkan energi dalam jumlah besar dari makanan yang juga menyediakan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Dalam dokumenter Haaland: The Big Decision, Haaland memperlihatkan hati serta jantung sapi yang dibelinya dari penjual daging. Ia menekankan pentingnya kualitas makanan dan memilih produk lokal ketika memungkinkan. Kebiasaan tersebut membuat pola makannya kerap dijuluki bergaya “Viking”, meskipun inti pendekatannya sebenarnya sederhana, yaitu mengutamakan makanan padat nutrisi untuk mendukung kebutuhan fisik yang sangat tinggi.

Haaland juga pernah memperlihatkan rutinitas hariannya melalui kanal YouTube pribadi. Tayangan tersebut menunjukkan kebiasaannya memasak steak, menyiapkan makanan sendiri, dan mendatangi pertanian lokal untuk memperoleh bahan pangan. Rutinitas itu menggambarkan bahwa performa atlet elite tidak hanya dibangun melalui latihan, tetapi juga dari konsistensi memilih dan menyiapkan makanan.

Apa saja makanan dalam pola makan Erling Haaland?

Pemberitaan mengenai diet Erling Haaland umumnya menggambarkan kombinasi beberapa kelompok makanan berikut.

Protein sebagai bahan pemulihan

Daging sapi, ikan, ayam, telur, susu, hati, dan jantung menyediakan protein yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki jaringan setelah latihan. Protein penting bagi atlet, tetapi membangun otot tidak cukup hanya dengan memperbanyak daging. Latihan kekuatan, kecukupan energi, tidur, karbohidrat, dan pembagian protein sepanjang hari juga berperan dalam proses pemulihan.

Karbohidrat sebagai sumber tenaga

Nasi, pasta, roti, kentang, buah, dan sumber karbohidrat lainnya dibutuhkan untuk mengisi kembali cadangan energi. Tubuh pemain sepak bola harus melakukan sprint, berlari, melompat, dan berduel berulang kali. Karena itu, karbohidrat tidak seharusnya dianggap sebagai musuh dalam pola makan atlet.

American College of Sports Medicine menekankan bahwa kombinasi karbohidrat dan protein dalam jumlah serta waktu yang sesuai membantu menyediakan energi sekaligus mendukung pembentukan dan pemulihan otot.

Lemak dan makanan padat energi

Telur utuh, ikan, daging, kacang-kacangan, selai kacang, alpukat, keju, dan minyak dapat membantu meningkatkan asupan energi tanpa membuat volume makanan terlalu besar. Strategi seperti ini lebih masuk akal bagi orang yang sangat aktif dibandingkan memenuhi kalori melalui minuman tinggi gula atau makanan ultra-proses.

Sayur dan buah tetap masuk lapangan

Pola makan tinggi protein tidak berarti menghilangkan sayur dan buah. Bahan pangan tersebut memberikan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. WHO menekankan bahwa pola makan sehat perlu beragam, seimbang, cukup, dan didominasi pangan yang bernilai gizi baik.

Apakah makan 6.000 kalori sehari sehat?

Jawabannya bergantung pada siapa yang mengonsumsinya.

Bagi atlet bertubuh besar dengan jadwal latihan berat, kebutuhan energi dapat jauh lebih tinggi daripada masyarakat umum. Namun, kebutuhan tersebut dipengaruhi ukuran tubuh, massa otot, jenis olahraga, durasi latihan, target performa, dan kondisi kesehatan.

Australian Institute of Sport menjelaskan bahwa praktik makan atlet harus direncanakan untuk mendukung latihan, kesehatan, pemulihan, dan performa. Organisasi profesi di bidang gizi olahraga juga menyarankan atlet memperoleh rencana makan personal dari ahli gizi karena kebutuhan setiap orang berbeda.

Mengonsumsi 6.000 kalori tanpa aktivitas fisik yang sebanding berpotensi menciptakan surplus energi berlebihan. Karena itu, pelajaran terbaik dari Haaland bukanlah meniru jumlah kalorinya, melainkan menyesuaikan makanan dengan beban aktivitas.

Contoh adaptasi menu sehat tinggi kalori

Pola makan ala Haaland dapat diterjemahkan ke dalam bahan pangan yang lebih sederhana dan mudah ditemukan di Indonesia. Contohnya:

Sarapan: telur, oatmeal atau roti gandum, pisang, selai kacang, dan susu pasteurisasi.

Makan siang: nasi, ikan atau ayam, tempe, sayuran, serta buah.

Camilan: yoghurt, pisang, kacang-kacangan, roti isi telur, atau smoothie susu dan buah.

Makan malam: nasi atau kentang, daging sapi atau ikan, tahu atau tempe, serta sayuran.

Setelah latihan: susu pasteurisasi atau yoghurt yang dipadukan dengan buah dan sumber karbohidrat.

Susunan tersebut bukan replika menu Haaland dan tidak otomatis menghasilkan asupan 6.000 kalori. Ini merupakan adaptasi prinsipnya: makan cukup, memilih sumber energi padat nutrisi, dan mengombinasikan karbohidrat, protein, lemak, serta sayuran.

Jangan meniru susu mentah secara sembarangan

Susu mentah atau susu yang belum dipasteurisasi kerap disebut sebagai bagian dari pola makan Haaland. Namun, bagian ini tidak perlu ditiru. Centers for Disease Control and Prevention memperingatkan bahwa susu mentah dapat membawa bakteri dan kuman berbahaya seperti E. coli, Listeria, Salmonella, Campylobacter, dan Brucella. Pilihan yang lebih aman bagi masyarakat adalah susu yang telah dipasteurisasi. (CDC)

Kehati-hatian juga diperlukan terhadap hati sapi. Hati merupakan makanan padat nutrisi, tetapi sangat kaya vitamin A. NHS menyarankan hati atau produk berbahan hati tidak dikonsumsi lebih dari sekali dalam seminggu karena asupan vitamin A yang berlebihan dalam jangka panjang dapat merugikan kesehatan. Ibu hamil juga dianjurkan menghindarinya.

Rahasia sebenarnya adalah konsistensi

Tidak ada satu bahan makanan yang dapat sendirian menjelaskan kekuatan Erling Haaland. Steak, hati sapi, telur, atau madu bukan ramuan ajaib. Performa sang penyerang merupakan hasil gabungan latihan terencana, asupan energi yang memadai, pemulihan, tidur, genetika, dan dukungan tim profesional.

Inspirasi terpenting dari makan sehat tinggi kalori ala Erling Haaland adalah memandang makanan sebagai bahan bakar. Semakin berat aktivitas seseorang, semakin penting pula kualitas dan kecukupan makanannya. Jumlah kalori tidak perlu disalin, tetapi kedisiplinan memilih makanan bernutrisi layak dijadikan contoh.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News