Hot Topics

Bukan Sekadar Takjil, Ini Manfaat Ilmiah Kurma Saat Berbuka Puasa

Jakarta – Bulan Ramadhan selalu identik dengan kehadiran kurma di meja makan saat azan Maghrib berkumandang. Buah mungil dengan rasa manis ini telah lama menjadi takjil andalan umat Muslim di seluruh dunia. Kebiasaan ini bukan sekadar tradisi atau mengikuti sunnah semata, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang kuat. Para ahli kesehatan modern pun membenarkan bahwa kurma adalah makanan ideal untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga .

Lalu, apa saja sebenarnya manfaat mengonsumsi kurma saat berbuka? Mari kita simak ulasannya.

1. Sumber Energi Instan yang Menyehatkan

Setelah berpuasa kurang lebih 13-14 jam, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun, menyebabkan rasa lemas dan lesu. Kurma hadir sebagai solusi berkat kandungan gulanya yang alami. Tidak seperti gula pasir yang bersifat rafinasi, kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang dapat langsung diserap oleh tubuh untuk memulihkan energi dalam hitungan menit .

Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (LK-MUI), Dr. dr. Bayu Wahyudi, menjelaskan bahwa gula alami dalam kurma dapat mengembalikan energi dengan cepat tanpa menyebabkan lonjakan insulin yang drastis. Hal ini berbeda dengan konsumsi gula berlebihan yang justru bisa membuat tubuh cepat lelah setelahnya . Menariknya, meskipun energi cepat pulih, serat dalam kurma membuat penyerapan gulanya berlangsung bertahap (45-60 menit), sehingga pasokan energi bisa lebih stabil .

2. Menstabilkan Gula Darah dan Aman untuk Diabetes

Salah satu kekhawatiran saat berbuka adalah lonjakan gula darah akibat makanan manis. Kurma, meski rasanya manis, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir atau sirup .

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa kandungan serat dalam kurma membantu tubuh mengontrol kadar gula darah. Serat memperlambat penyerapan gula, sehingga peningkatan gula darah terjadi secara perlahan dan tidak melonjak tajam . Oleh karena itu, kurma menjadi pilihan makanan manis yang jauh lebih ideal, termasuk bagi penderita diabetes yang tetap ingin menikmati hidangan manis saat berbuka .

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Sistem pencernaan yang “beristirahat” selama berpuasa perlu diadaptasi secara perlahan saat menerima asupan makanan kembali. Kurma, dengan kandungan seratnya yang tinggi (sekitar 6,4 persen hingga 11,5 persen), berperan penting dalam melancarkan pencernaan .

Serat tidak larut dalam kurma membantu memadatkan feses dan mencegah sembelit yang kerap terjadi selama Ramadhan akibat perubahan pola makan . Selain itu, serat juga berfungsi membersihkan usus dan berpotensi menurunkan risiko kanker usus. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh RSUD Dungus, disebutkan bahwa kurma juga memiliki sifat antiradang yang dapat membantu memelihara mukosa lambung selama berpuasa .

4. Menyeimbangkan Elektrolit dan Mencegah Dehidrasi

Puasa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, seperti kalium, natrium, dan magnesium. Kekurangan elektrolit dapat memicu kelelahan, kram otot, hingga pusing. Kurma kaya akan kalium dan magnesium, dua mineral esensial yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, serta mengoptimalkan fungsi otot dan saraf .

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam laman resminya menyebutkan bahwa kombinasi kurma dan air putih saat berbuka adalah cara terbaik untuk rehidrasi. Air menggantikan cairan yang hilang, sementara mineral dalam kurma mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh .

5. Kaya Antioksidan untuk Lawan Radikal Bebas

Kurma menyimpan berbagai senyawa antioksidan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Antioksidan ini bekerja melindungi sel dan jaringan tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas, yang dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini .

Kandungan karotenoid dalam kurma juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan mata, sementara vitamin A dan K-nya turut berperan dalam menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya .

Panduan Konsumsi Kurma Saat Berbuka

Meski kaya manfaat, konsumsi kurma tetap harus bijak. Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi 3 butir kurma saat berbuka puasa, atau maksimal 5-7 butir per hari . Berikut beberapa tips agar manfaat kurma lebih optimal:

  • Mulai dengan Air Putih: Awali berbuka dengan segelas air putih untuk rehidrasi, kemudian lanjutkan dengan 3 butir kurma untuk mengembalikan energi secara instan .
  • Beri Jeda: Setelah makan kurma, beri jeda beberapa menit (misalnya dengan menjalankan salat Maghrib) sebelum menyantap makanan berat. Ini memberi kesempatan sistem pencernaan untuk “memanaskan mesin” .
  • Perhatikan Kebersihan: Terutama bagi ibu hamil, disarankan untuk mencuci kurma dengan air panas sebelum dikonsumsi guna menghindari risiko infeksi dari proses pengeringan yang kurang higienis .
  • Hindari Konsumsi Setelah Makan Besar: Mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak setelah perut penuh dengan makanan berat justru dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan begah karena kandungan seratnya yang tinggi .

Dengan segudang manfaat yang ditawarkannya, tidak heran jika kurma menjadi primadona di bulan Ramadhan. Berbuka dengan kurma bukan hanya mengikuti tuntunan Nabi, tetapi juga merupakan pilihan cerdas untuk menjaga kesehatan tubuh selama sebulan penuh berpuasa.

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News