Dalam kehidupan sehari-hari, istilah zakat, infak, dan sedekah sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya ketiganya memiliki makna yang berbeda.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Zakat itu adalah kewajiban bagi setiap orang yang beragama Islam. Barang siapa yang berzakat dengan ikhlas, maka ia akan diberi keberkahan, dan siapa yang tidak menunaikannya, maka ia akan mendapat siksa yang pedih.”
— HR. Bukhari dan Muslim
Hadist ini menegaskan bahwa zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu, dan jika ditunaikan dengan ikhlas, akan mendatangkan keberkahan.
Zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat tertentu. Zakat memiliki ketentuan khusus mengenai besaran, waktu, dan penerimanya. Zakat dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi, dan jika tidak dilaksanakan, maka akan ada hak yang ditarik, karena zakat merupakan kewajiban hukum dalam Islam. Distribusi zakat harus diberikan kepada delapan kelompok yang berhak (asnaf), yang disebutkan dalam Surat At-Taubah ayat 60.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, seperti orang yang menanam benih yang tumbuh tujuh butir, pada tiap-tiap butir terdapat seratus biji.”
— HR. Bukhari dan Muslim
Hadist ini menggambarkan betapa besar ganjaran bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, baik itu dalam bentuk zakat, infak, maupun sedekah. Setiap kebaikan yang diberikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Sementara itu, infak adalah pengeluaran harta yang mencakup zakat dan juga sedekah. Infak bisa bersifat wajib, seperti dalam kasus kafarat (denda atas pelanggaran) atau nazar (janji), namun juga bisa bersifat sukarela, seperti memberi bantuan kepada orang miskin atau korban bencana.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, dan Allah akan menambahnya dengan keberkahan.”
— HR. Muslim
Hadist ini mengingatkan bahwa memberikan sedekah tidak akan mengurangi harta kita, melainkan akan menambah keberkahan pada hidup dan harta kita.
Sedekah adalah istilah yang paling luas di antara ketiga hal ini. Sedekah mencakup zakat dan infak, serta melibatkan segala bentuk kebaikan, baik yang bersifat material maupun non-material. Contohnya, senyuman kepada orang lain juga dapat dianggap sebagai sedekah, yang menunjukkan bahwa setiap perbuatan baik, baik itu berupa materi atau bukan, termasuk dalam kategori sedekah.
Pentingnya melakukan amal baik selama hidup, karena kesempatan untuk mendapatkan pahala akan berakhir dengan kematian. Beliau juga menekankan bahwa di Hari Kiamat, harta dan transaksi duniawi seperti jual beli tidak akan berarti lagi. Oleh karena itu, sangat penting untuk berinvestasi dalam amal kebaikan selama hidup.
Kesimpulannya, zakat adalah kewajiban, infak memberikan fleksibilitas dalam hal cara dan waktu pemberian, sementara sedekah mencakup seluruh bentuk kebaikan, baik yang berupa materi maupun yang tidak.



