Aktivitas syuting film solo perdana Lisa, anggota grup fenomenal BLACKPINK, menyebabkan penutupan sementara beberapa ruas jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (29/1) pagi. Imbasnya, arus lalu lintas terganggu dan memicu keluhan warga.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, secara terbuka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa penutupan jalan dilakukan berdasarkan izin yang telah diberikan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas penutupan jalan tersebut. Penutupan ini sudah sesuai prosedur dan berdasarkan izin dari kepolisian terkait keperluan produksi film,” ujar Dhany Sukma, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Izin Syuting dan Lokasi yang Terdampak
Syuting film yang menampilkan Lisa BLACKPINK tersebut dilaporkan mengambil lokasi di sekitar kawasan Menteng. Untuk mendukung proses produksi, dilakukan penutupan di beberapa titik, termasuk Jalan Cokroaminoto dan sekitarnya.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi telah mengeluarkan izin rekayasa lalu lintas untuk kepentingan syuting. Penutupan direncanakan berlaku dalam waktu terbatas untuk meminimalisir gangguan.
“Kami telah mengantisipasi dengan membuatkan alternatif pengaliran arus lalu lintas. Petugas juga kami tempatkan di titik-titik strategis,” jelas seorang perwira Polsek Menteng.
Respons Publik dan Dampak Lalu Lintas
Meski telah diizinkan, aksi penutupan jalan ini tetap menyita perhatian publik. Sejumlah pengguna jalan mengungkapkan kerepotan karena harus mencari jalur alternatif yang padat. Insiden ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, mengombinasikan rasa penasaran terhadap film Lisa dengan kritik atas terganggunya aktivitas umum.
Banyak warganet yang menyoroti pentingnya menyeimbangkan kebutuhan produksi hiburan dengan hak publik atas kenyamanan beraktivitas. Sebagian lainnya menyatakan maklum selama prosedur dijalankan dengan transparan dan waktunya dibatasi.
Proyek Film Solo Lisa BLACKPINK
Lisa, yang merupakan personil BLACKPINK, secara resmi telah memulai proyek solo di dunia akting. Kabar syuting film ini sebelumnya telah memicu ekspektasi tinggi dari penggemar global, termasuk di Indonesia. Detail alur dan judul film masih dijaga ketat oleh pihak produksi.
Kehadiran Lisa untuk syuting di Indonesia dinilai sebagai hal positif bagi industri kreatif dalam negeri, meski harus diakui menimbulkan konsekuensi logistik di lokasi syuting.
Komitmen Pemerintah Daerah
Wali Kota Dhany Sukma menambahkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi perizinan serupa ke depan untuk memastikan dampak terhadap publik dapat ditekan seminimal mungkin, tanpa menghambat perkembangan industri film.
“Kami apresiasi kehadiran produksi film internasional, tapi juga akan kaji lebih matang aspek pengaturan lalu lintas dan sosialisasinya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti tantangan klasik kota metropolitan seperti Jakarta dalam mengakomodir kegiatan berskala besar yang berdampak pada ruang publik, serta pentingnya komunikasi yang efektif antara penyelenggara, pemerintah, dan warga.



