Terkait Siswi Nonmuslim SMK di Padang Diminta Berjilbab Ini Respon Tegas Kemendikbud

SuratNews.ID | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap satuan pendidikan yang tidak mematuhi aturan. Evaluasi penerapan aturan yang bersifat diskriminatif juga akan dilakukan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto terkait munculnya kasus seorang siswa nonmuslim yang diminta mengenakan ghijab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat.

Wikan menyampaikan penyesalannya terhadap tindakan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan peraturan.

“ Ketentuan mengenai pakaian siswa/siswi di satuan pendidikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Wikan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

Menyikapi kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, telah menyatakan sikapnya bahwa akan melakukan evaluasi terhadap aturan yang sifatnya diskriminatif, dan mengambil tindakan tegas terhadap aparatnya yang tidak mematuhi peraturan. Wikan mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang bertindak cepat untuk menuntaskan persoalan ini.

“ Kami mendukung setiap langkah investigasi dan penuntasan persoalan ini secepat mungkin untuk memastikan kejadian yang sama tidak terulang baik di sekolah yang bersangkutan atau di daerah lain,” tegasnya.

Berharap Sikap Intoleran Dihentikan

Kemendikbud juga meminta dan terus mendorong seluruh pemerintah daerah untuk konsisten melakukan sosialisasi atas Permendikbud Nomor 45 tahun 2014 yang berisi ketentuan tentang seragam sekolah. Dengan demikian, seluruh dinas pendidikan, satuan pendidikan, dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai ketentuan seragam sekolah.

Kemendikbud berharap, seluruh warga pendidikan mampu memahami, menjalankan, dan menjaga agar rasa saling menghormati dan toleransi dapat diwujudkan semaksimal mungkin.

“ Harapannya tidak akan terjadi lagi praktik pelanggaran aturan terkait pakaian seragam yang menyangkut agama dan kepercayaan seseorang di satuan Pendidikan. Kami di Kementerian, akan terus bekerja keras dan mengambil langkah-langkah tegas agar praktik intoleransi dilingkungan pendidikan dapat dihentikan,” tutup Wikan.(Sah)

Kepala Sekolah SMKN 2 Padang Minta Maaf

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf terkait mencuatnya kasus siswi nonmuslim yang disuruh memakai jilbab.

Rusmadi menegaskan selama ini pengelola sekolah tidak pernah memaksakan siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Tata tertib hanya menyebutkan bahwa sisawa/i untuk memakai baju muslim di hari Jumat.

” Saya sebagai kepala sekolah memohon maaf, yang kami takutkan karena kejadian ini kemudian ada gesekan antarumat beragama. Padahal tidak ada maksud seperti itu,” tutur Rusmadi, dilansir dari Liputan6.com.

Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 2 Padang, Zakri Zaini dan seorang guru Bimbingan Konseling (BK) adalah pihak yang menghadapi orang tua dan siswi dalam video yang viral di Facebook.

Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Elianu Hia, orang tua siswi tampak beradu dengan Wakil Kepala Kesiswaan dan guru BK. Orang tua siswi mengaku keberatan dengan aturan tersebut.

Ke depan Rusmadi berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan orang tua siswi dan mengubah aturan terkait cara berpakaian.

” Kami tidak membedakan siswa/i baik itu yang muslim dan nonmuslim, semuanya anak didik kami,” ujarnya.

Saat ini terdapat 46 siswa nonmuslim di SMKN 2 Padang. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri menegaskan bahwa tidak ada aturan yang memberlakukan pelajar nonmuslim wajib memakai jilbab.

” Jika memang ada yang dilanggar oleh pihak sekolah, saya siap memberi sanksi tegas,” ucapnya.(Sah)

Awal Mula Kasus Muncul

Sebuah video memperlihatkan perbincangan dengan pihak sekolah dari salah satu SMK di Padang, Sumatera Barat, tengah viral di Facebook. Perbincangan tersebut membahas salah satu siswi yang tidak memakai jilbab di sekolah

Siswi tersebut dianggap tidak mematuhi peraturan sekolah yang mewajibkan jilbab. Padahal, siswi tersebut merupakan non-Muslim.

Video tersebut diunggah akun Facebook Elianu Hia. Pengunggah sekaligus perekam video itu merupakan ayah dari siswi yang tidak mengenakan jilbab.

Awalnya, perwakilan sekolah menyatakan memakai jilbab sudah menjadi ketentuan yang disepakati. Pihak wali murid juga telah dinyatakan setuju, dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di awal

” Menjadi janggal bagi guru-guru ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah, karena semuanya sudah sepakat,” ujar perwakilan sekolah.

Dalam video tersebut, Elianu berusaha menjelaskan keluarganya adalah non-Muslim. Sehingga akan janggal jika anaknya diharuskan memakai jilbab.

” Kalau saya pakai jilbab, saya katakan saya membohongi identitas keagamaan saya,” kata Elianu.

Elianu mempertanyakan peraturan tersebut. Dia menilai kewajiban memakai jilbab melanggar hak asasi dia.

” Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri,” kata Elianu.

Pihak sekolah tetap menyatakan ketentuan yang berlaku adalah kewajiban. Sehingga setiap murid wanita wajib mengenakan jilbab.

sumber : dream.co.id

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *