Stres Pintu Gerbang Barbagai Macam Penyakit

HomeKesehatan

Stres Pintu Gerbang Barbagai Macam Penyakit

STRES merupakan salah satu bentuk gangguan mental emosional yang dapat berakibat pada menurunnya beberapa fungsi organ tubuh. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan daya tahan tubuh jadi menurun,

Manfaat Sempurna Jeruk untuk Kecantikan Kulit Wajah
Macam Makanan Untuk Orang Yang Punya Tekanan Darah Tinggi
Isolasi Mandiri COVID-19 Disebut Bakal Sulit Diterapkan

SuratNews.ID | STRES merupakan salah satu bentuk gangguan mental emosional yang dapat berakibat pada menurunnya beberapa fungsi organ tubuh. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan daya tahan tubuh jadi menurun, sehingga penyakit akan lebih mudah menyerang.

Contoh penyakit yang paling sering timbul akibat stres adalah masalah pencernaan. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan lambung dan pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Ari Fahrial Syam menyampaikan, stres memang sangat berhubungan erat dengan terjadinya gangguan pencernaan, baik pencernaan saluran cerna atas maupun saluran cerna bawah.

Pada kasus saluran pencernaan atas, masalah yang sering jumpai adalah sakit maag atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai dispepsia. “Saat kita stres, produksi asam lambung bisa menjadi berlebihan. Kondisi ini menyebabkan gangguan lambung seperti perih, kembung, cepat merasa kenyang, dan sering bersendawa,” ujar Ari Fahrial.

Karena itu, masalah pencernaan seperti maag tidak bisa diatasi hanya dengan mengonsumsi obat-obatan saja. Ditegaskan Ari, stres yang menjadi faktor pencetus masalah pencernaan juga harus dikontrol.

Masalah lain yang juga bisa timbul akibat stres adalah Diabetes Mellitus. Dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Em. Yunir menyampaikan, bila tidak dikontrol dengan baik, hormon stres di dalam tubuh dapat memicu naiknya kadar gula darah, sehingga lama kelamaan bisa meningkatkan risiko diabetes. Jadi diabetes bukan hanya timbul akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat saja. Stres pun memberi andil besar dalam kemunculan penyakit tersebut.

Pada orang-orang yang sedang mengalami stres, lanjut Em. Yunir, umumnya pola makan mereka juga menjadi lebih kacau. Mereka cenderung makan berlebihan dan memilih yang instant, sehingga risiko obesitas menjadi semakin meningkat. Sementara obesitas seringkali menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.

Penyakit lainnya yang juga sering dikaitkan dengan stres antara lain tekanan darah tinggi, serangan jantung, keluhan pada hati, keluhan di area kepala, serangan asma, dan masih banyak lagi.

“Pada prinsipnya penyakit itu datangnya dari pikiran. Jadi kuncinya adalah bagaimana kita mengelola stres agar tidak sampai memengaruhi tubuh,” imbuhnya.

Kenali Gejala Stres

Ada beberapa gejala atau ciri yang kerap muncul pada orang-orang yang mengalami stres, antara lain sensitif dan mudah marah, cemas yang berlebihan, selalu merasa takut tanpa alasan yang jelas, sulit berkonsentrasi, mood mudah berubah-ubah, cenderung berpikir negatif pada diri sendiri, kehilangan energi untuk melakukan sesuatu, sampai kehilangan selera humor.

Seringkali gejala tersebut juga disertai keluhan fisik seperti jantung berdenyut lebih cepat, otot-otot terasa tegang, sampai berkeringat meskipun tidak sedang melakukan aktifitas fisik. Bila mengalami hal tersebut, besar kemungkinan Anda sedang stres.

Pemicu stres sebetulnya sangat beragam, mulai dari tekanan ekonomi, beban pekerjaan, hingga kemacetan lalu lintas. Pada masyarakat di kota besar, stres umumnya muncul karena menghadapi beban atau tuntutan kerja, juga kondisi lalu lintas yang buruk. Sementara di kota kecil, biasanya karena persoalan ekonomi seperti kemiskinan.

Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli mengatakan, ada empat penyebab utama stres (stressor), yaitu frustasi, pressure atau tekanan, konflik, serta adanya perubahan. Dari empat stressor tersebut, separuhnya ternyata bisa muncul saat terjebak di kemacetan.

“Terjebak macet itu memenuhi kriteria dua dari empat stressor utama, yaitu frustasi dan adanya pressure. Menjadi frustasi karena mobil yang kita tumpangi tidak juga bergerak, dan adanya pressure karena kita harus tiba di tempat tujuan pada waktu yang ditentukan, sementara kondisi jalanan sedang tidak bersahabat,” kata Roslina.

Kondisi stres tersebut bisa memberi dampak buruk ke tubuh. Sebab, tubuh manusia memang tidak diciptakan untuk menahan stres dalam jangka panjang. Namun menghindari kemacetan di kota besar seperti Jakarta tampaknya jadi hal yang mustahil. Hal yang bisa dilakukan, menurut Verauli, adalah dengan menghadapinya dan “menikmati” kemacetan tersebut.

“Kemacetan jangan dijadikan sebagai stressor. Lakukan saja hal-hal yang menyenangkan di dalam mobil. Kalau bersama keluarga, orangtua juga harus lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu,” ujarnya.

Olahraga Pengusir Stres
Sebetulnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres sebagai salah satu bentuk gangguan mental emosional. Salah satunya yang paling banyak disarankan adalah dengan melakukan olahraga atau latihan fisik secara rutin. Karena selain menyehatkan, latihan fisik juga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang memberikan perasaan rileks. “Di samping itu, latihan fisik juga merupakan cara alami untuk menghilangkan kadar kolesterol di dalam tubuh,” tambah Em. Yunir.

Untuk jenis latihan fisiknya, salah satunya bisa memilih yoga. Tidak hanya menyehatkan, latihan yoga juga bisa memberikan ketenangan batin, sehingga terjauhkan dari stres. Jenis latihan fisik lainnya yang bisa dilakukan seperti berenang, dansa, lari, jalan sehat, atau olahraga permainan yang melibatkan beberapa orang. Syaratnya, latihan tersebut harus dilakukan secara rutin.

Olahraga outdoor yang mampu memacu adrenain juga sangat dianjurkan, misalnya bungee jumping, parasailing, surfing, atau panjat tebing. Anda bisa meluapkan kemarahan, kekesalan dan pikiran-pikiran yang mengganggu dengan berteriak sepuasnya saat melakukan olahraga tersebut.

?Peneliti dari University of Queensland juga mengatakan, mengunjungi taman kota atau melakukan kegiatan alam lainnya bisa menjadi cara terbaik dalam mengurangi stres, khususnya untuk penduduk kota yang punya banyak kesibukan.

Bukan hanya latihan fisik, makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi sehari-sehari ternyata juga punya kemampuan untuk meredam stres. Contohnya teh hijau yang mengandung L-theanine untuk memberi efek relaksasi pada otak. Makanan dan minuman lainnya yang punya efek serupa seperti cokelat, buah-buahan, asparagus, gandum, dan susu.

Sebenarnya situasi stres ini diciptakan oleh diri Anda sendiri. Jadi hanya Anda yang bisa mengontrolnya agar stres yang dialami tidak menjadi sesuatu yang berlebihan, hingga akhirnya menyebabkan gangguan mental dan fisik.

sumber : jamkesnews.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0