Respon IDI Terkait laim Obat Covid-19 Milik Hadi Pranoto

SuratNews.ID | Sempat menghebohkan dunia maya, seorang narasumber yang dibawa oleh musisi Anji mengaku telah menemukan obat Covid-19.

Pria tersebut mengaku sebagai ahli Mikrobiologi dan memiliki nama Profesor Hadi Pranoto.

Ia mengklaim telah menemukan obat antibodi Covid-19 dalam bentuk jamu yang dihargai Rp 150.000 per botolnya.

Hadi juga mengaku telah melakukan penelitian terhadap virus corona sejak lama.

Video perbincangan Anji dengan Hadi Pranoto tersebut pun viral di berbagai media sosial.

Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Slamet Budiarto akhirnya angkat bicara.

Slamet mengatakan, dirinya merasa mengganjal atas penyataan yang dilontarkan oleh Hadi.

Klaim obat yang dibicarakannya pun terasa meragukan.

Pasalnya apabila benar telah menemukan obat Covid-19 maka harus ada uji klinik terlebih dahulu.

Begitupun apabila yang dimaksud adalah obat herbal, maka harus didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Kemudian Slamet meresahkan, klaim Hadi mengenai deteksi Covid-19 dengan harga Rp 10-20 ribu.

Terlebih, Hadi mengatakan jika penelitiannya terhadap Covid-19 memerlukan biaya yang tidak banyak seperti dengan cara tes swab.

Klaim bahwa sampel untuk mendeteksi Covid-19 bisa melalui air liur, tidak perlu melalui sekresi yang diambil dari bagian hidung bagian dalam, menurut Slamet bisa membuat banyak masyarakat salah paham.

Pemerintah, lanjutnya, harus memanggil Hadi Pranoto, menelusuri identitasnya yang mengaku sebagai profesor mikrobiologi.

“Masa sepuluh atau dua puluh ribuan, masyarakat menjadi resah, pemerintah harus memanggil yang bersangkutan apakah benar merupakan pakar Mikrobiologi,” katanya.

Slamet meminta masyarakat untuk selektif dalam mencari informasi.

Masyarakat sebaiknya tidak cepat mempercayai klaim dari pihak yang tidak memiliki otoritas.

“Terkait perkembangan mengenai Covid-19 dari pemerintah saja, yang biasanya menggandeng IDI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anji menghadirkan pria yang mengaku sebagai pakar ahli Mikrobiologi Prof. Hadi Pranoto dalam video yang diunggahnya dalam bentuk wawancara.

Hadi menyebut telah menemukan cairan antibodi Covid-19 yang telah menyembuhkan ribuan pasien Covid-19.

Hadi juga menyebutkan, cairan antibodi Covid-19 tersebut juga telah diberikan kepada ribuan pasien di Wisma Atlet.

Seluruh pasien yang diberikan obat tersebut menurutnya sembuh.

Komentar Achmad Yurianto

Selain berhasil membuat obat yang bisa menyembuhkan Covid-19, Hadi juga menyebutkan telah memberikan cairan antibodi tersebut kepada ribuan pasien di Wisma Atlet, dengan lama penyembuhan 2-3 hari.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan yang pernah menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, angkat bicara soal klaim obat Covid-19 Hadi Pranoto tersebut.

Achmad Yurianto, yang biasa disapa Yuri, menganggap hal tersebut sebagai pembodohan.

“Tidak usah ngeyel, saya enggak akan menanggapi hal-hal tidak jelas seperti itu, ini sudah pembodohan namanya,” kata Yuri, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/8/2020).

Menurut Yuri, klaim dalam video tersebut tidak pernah menjelaskan bagaimana obat herbal yang diklaim ampuh untuk Covid-19.

Selain itu, Hadi yang mengaku sebagai ahli mikrobiologi tersebut tidak pernah menyebutkan obat herbal itu dia cari dari mana.

Yuri pun lantas mempertanyakan sosok Hadi Pranoto.

“Sekarang dia ada di mana dan profesor dari mana? Coba cari jurnalnya di Google, ada enggak nama dia,” kata Yuri.

Yuri mengatakan, belum ada bukti ilmiah obat herbal yang bisa menyembuhkan Covid-19.

Oleh karena itu, Yuri beranggapan bahwa klaim tersebut saat ini hanya menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia juga menduga, klaim itu semata-mata hanya karena ingin meraih kepopuleran.

Yuri juga meminta Hadi Pranoto untuk datang kepada pemerintah jika memang benar-benar telah menemukan obat untuk Covid-19.

“Kalau memang dia menemukan, suruh datang ke pemerintah dan suruh menunjukkan buktinya,” papar Yuri.

Saat ditanya mengenai imbauan untuk masyarakat, Yuri berpesan agar tidak terpengaruh atau terjerumus kepada hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

Menurut Yuri, masyarakat kini sudah selektif dalam menerima informasi.

“Masyarakat kan sudah pintar, masa bodoh banget sih masyarakat,” kata dia.

sumber : tribunnews.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *