Penyebab Penyakit Stroke Bisa Menimpa Segala Usia

SuratNews.ID | Penyakit stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan berdarah atau saat ada penyumbatan dalam suplai darah ke otak. Pecah atau penyumbatan tersebut mencegah darah dan oksigen mencapai jaringan otak hingga sel-sel otak mulai mati dalam beberapa menit. Hal ini patut diwaspadai bersama.

Seperti diketahui, bahwa penyakit stroke menduduki posisi ketiga setelah jantung dan kanker di Indonesia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), stroke menjadi penyebab kematian terbesar kelima di Amerika Serikat.

Stroke termasuk keadaan darurat medis dan perawatan yang tepat sangat penting. Perawatan yang efektif juga dapat membantu mencegah kecacatan akibat stroke. Tindakan dini bisa mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya. Lantaran penyebab penyakit stroke bisa mengancam siapa saja.

Berikut beberapa penyebab penyakit stroke yang bisa menimpa segala usia, wajib diketahui sebagai pencegahan.

Penyebab Penyakit Stroke

Dilansir dari Healthline, penyebab stroke tergantung pada jenis stroke. Tiga jenis utama stroke adalah serangan iskemik transien (TIA), stroke iskemik, dan stroke hemoragik.

Hilangnya aliran darah ke otak ini akan merusak jaringan dalam otak. Gejala stroke muncul di bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak. Hal ini bisa terjadi akibat kecelakaan, jatuh, gaya hidup atau kondisi kesehatan tertentu. Simak penyebab penyakit stroke lainnya berikut ini:

  1. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi penyebab penyakit stroke yang sering terjadi. Jika tekanan darah Anda biasanya 140/90 atau lebih tinggi, sebaiknya mulai melakukan perawatan dan konsultasi dengan dokter.

  1. Tembakau

Merokok dan kebiasaan mengunyah tembakau, bisa meningkatkan penyebab penyakit stroke. Karena nikotin membuat tekanan darah semakin naik.

Selain itu, asap rokok menyebabkan penumpukan lemak di arteri leher utama. Itu juga mengentalkan darah Anda dan membuatnya lebih mungkin untuk menggumpal. Bahkan perokok pasif pun bisa terpengaruh.

  1. Penyakit Jantung

Kondisi ini termasuk katup jantung yang rusak serta fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur. Kondisi yang tercatat menyebabkan seperempat dari semua stroke pada orang tua. Penyakit jantung juga bisa muncul akibat penyumbatan arteri, karena timbunan lemak.

  1. Diabetes

Penyebab penyakit stroke selanjutnya bisa muncul dari penderita diabetes. Karena seringkali memiliki tekanan darah tinggi dan cenderung mudah kelebihan berat badan. Keduanya meningkatkan kemungkinan terkena stroke.

Diabetes bisa merusak pembuluh darah, yang menyebabkan kemungkinan terjadinya stroke. Jika Anda mengalami stroke saat kadar gula darah naik, cedera otak bisa lebih besar.

  1. Tak Pernah Olahraga

Seperti diketahui bahwa olahraga dan aktif bergerak memberi manfaat baik bagi kesehatan. Anda dapat menurunkan peluang stroke dengan berolahraga setiap hari.

Jalan-jalan cepat selama 30 menit. Atau melakukan latihan penguatan otot seperti push-up dan angkat beban.

  1. Obesitas
    Peluang Anda terkena stroke bisa meningkat jika kelebihan berat badan. Penumpukan lemak bisa saja mengganggu kinerja jantung dan pembuluh darah, yang berimbas pada kondisi otak yang kekurangan nutrisi.
  2. Konsumsi Alkohol

Risiko terkena stroke juga meningkat jika Anda minum terlalu banyak alkohol. Konsumsi alkohol harus dilakukan dalam jumlah sedang.

Penyebab penyakit stroke dari pengonsumsian alkohol berlebih. Berakibat meningkatnya tingkat tekanan darah serta trigliserida, yang dapat menyebabkan aterosklerosis.

Penyebab Penyakit Stroke Lainnya, dikutip dari Mayoclinic:

  1. Pengobatan berlebihan dengan pengencer darah (antikoagulan)
  2. Trauma, seperti kecelakaan mobil atau faktor luar lainnya.
  3. Timbunan protein di dinding pembuluh darah yang menyebabkan lemahnya dinding (angiopati amiloid serebral).

Faktor Risiko Penyebab Penyakit Stroke

Faktor risiko tertentu membuat seseorang lebih rentan terkena stroke. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, maka semakin besar kemungkinan terkena stroke. Faktor risiko stroke yang berpotensi dapat diobati meliputi:

Faktor Risiko Gaya Hidup

Kurangnya aktivitas.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Minum minuman keras atau pesta mabuk-mabukan.
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin.
Faktor Risiko Medis

Tekanan darah tinggi
Merokok atau menjadi perokok pasif
Kolesterol Tinggi
Diabetes
Apnea tidur obstruktif
Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung atau irama jantung yang tidak normal, seperti fibrilasi atrium.
Riwayat pribadi atau keluarga stroke, serangan jantung, atau serangan iskemik transien

Faktor lain yang terkait dengan risiko stroke yang lebih tinggi meliputi:

Usia. Orang yang berusia 55 atau lebih, memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke daripada orang yang lebih muda.
Ras. Dikutip dari Mayoclinic, orang Afrika-Amerika memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke daripada orang dari ras lain.
Jenis Kelamin. Pria memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan wanita. Wanita biasanya lebih tua saat mereka mengalami gejala stroke. Dan mereka lebih mungkin meninggal karena stroke daripada pria.
Hormon. Penggunaan pil KB atau terapi hormon yang mengandung estrogen meningkatkan risiko stroke.

sumber : merdeka.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *