Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta

SuratNews.ID | Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan varian COVID-19 Omicron penularannya lebih cepat lima kali lipat dibanding Delta. Maka dari itu, ia meminta jajarannya untuk waspada karena Omicron sudah memasuki Singapura.

“Ada 29 negara yang sudah kemasukan varian Omicron. Tadi pagi informasi lagi Singapura sudah masuk. Negara paling dekat kita. Yang ini meskipun masih dalam penelitian yang cepat penularannya bisa 5 kali lipat lebih menular dibanding varian Delta yang penularannya sangat cepat sekali,” kata Jokowi saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN Indonesia Tahun 2021 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (3/12/2021).

  1. Jokowi sebut Omicron bisa tembus imunitas yang dimiliki

Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta© Disediakan oleh IDN Times Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa varian Omicron bisa menembus imunitas yang telah dimiliki. Sehingga, ia meminta masyarakat untuk selalu waspada,“Kita semua tetap harus waspada dan hati-hati,” ucap Jokowi.

  1. Jokowi minta masyarakat tak ketakutan dan khawatir berlebih pada varian Omicron

Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta© Disediakan oleh IDN Times Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta

Meskipun penularan varian Omicron lebih cepat dari Delta, Jokowi meminta masyarakat agar tidak ketakutan dan khawatir yang berlebih. Ia menuturkan harus tetap optimistis bahwa pademik bisa dikendalikan.

“Jangan kita ini terlalu ketakutan dan khawatir yang amat sangat. Tetap harus optimis apalagi di tahun 2022 kita harus optimis bahwa ekonomi kita bisa bangkit di atas 5 persen,” tutur Jokowi.

  1. Wanti-wanti Omicron, Jokowi minta vaksin digejot lagi

Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta© Disediakan oleh IDN Times Jokowi: Penularan Omicron 5 Kali Lebih Cepat dari Delta

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan 87 persen pasien COVID-19 di Afrika Selatan yang dirawat adalah mereka yang belum divaksinasi. Varian COVID-19 Omicron sendiri ditemukan pertama kali di Afrika Selatan.

“Ini yang di Afrika Selatan, karena dia (Omicron) pertama kali ditemukan di situ. Dan 70 persen yang kena adalah anak di bawah 4 tahun. Dan sebagian besar yang meninggal dunia berusia di atas 60 tahun. Ini omicron. Studi sementara seperti itu,” kata Jokowi dalam arahannya pada Kepala Satuan Wilayah Tahun 2021, yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Untuk mengantisipasi hal itu, Jokowi pun meminta jajaran TNI-Polri untuk menggenjot kembali vaksinasi. Apalagi target RI di akhir tahun ini vaksinasi mencapai 70 persen.

“Saya minta ini sekali lagi Pak Kapolri dan seluruh jajaran. Panglima TNI beserta semua jajaran vaksinasi ini segera kita selesaikan. Secepat-cepatnya. Artinya terus, digencarkan terus. Sampai hari ini sudah divaksin sudah 240 juta dosis. Dosis pertama 67,8 persen. Dosis kedua 46,9 persen,” ucap Jokowi.

sumber : idntimes.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.