Berita Pemuda Kuli Aspal Jadi Jenderal TNI AD

Pemuda Kuli Aspal Jadi Jenderal TNI AD

-

- Advertisment -

SuratNews.id | Siapa yang menyangka bahwa seorang Letnan Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau memiliki kisah hidup yang penuh dengan penderitaan dan perjuangan bukan main beratnya.

Kisah hidup jenderal TNI AD penyandang 3 bintang di pundaknya itu diungkapnya dalam sebuah cuplikan rekaman video buletin TNI AD.

Dalam rekaman video itu Letjen Joppye mengisahkan, dia merupakan orang yang dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga kurang mampu di sebuah desa di Serui, Papua.

Menurutnya sejak dilahirkan pada 1962, tak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadi seorang prajurit TNI apalagi sampai menjadi jenderal.

“Saat SMP dan SMA, sekolah saya itu dekat lapangan terbang, kami biasa lihat pesawat terbang, saya lihat pilot gagah sekali hingga akhirnya saya cita-cita sekali mau jadi pilot,” kata dia.

Untuk mengejar cita-citanya, setelah menamatkan pendidikan SMA, dia langsung mendaftarkan diri ke akademi perhubungan udara di Jayapura.

“Saya lulus tes. Kemudian dari panitia harus ada administrasi, saya tak punya uang, saya balik ke Serui naik kapal barang, minta uang ke orangtua tapi gak punya uang,” kata dia.

Karena tak mampu membayar biaya administrasi itu, akhirnya cita-cita untuk menjadi pilot kandas. Namun Joppye muda tak menyerah pada keadaan. Setelah kegagalan itu dia nekat ikut pamanya ke Biak untuk bekerja agar bisa mendapatkan uang untuk melanjutkan pendidikannya.

“Akhirnya ikut ke paman saya ke Biak, kerja di kantor PLN, dengan cita-cita mau daftar kuliah,” ujarnya.

Setiba di Biak, Joppye mendapatkan kesempatan untuk mendaftar ke perguruan tinggi, kebetulan ketika itu ada proyek Perintis 2. Dia pun mendaftar ke dua universitas sekaligus.

“IPB jurusan pertanian dan Uncen (Universitas Cenderawasih) jurusan peternakan,” kata dia.

Hanya saja lagi-lagi karena terbentur biaya, Joppye akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan, akhirnya ikut dalam sebuah proyek milik PU. Dia bekerja sebagai kuli angkut pasir.

“Jadi saya bekerja sebagai buruh aspal jalanan,” kata Letjen TNI Joppye.

Pilihannya untuk bekerja sebagai buruh aspal jalanan ternyata mempertemukannya dengan jalan menuju masa depan gemilangnya. Ketika itu dia tak sengaja menemukan sebuah brosur pengumuman pendaftaran masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Akabri.

Ia mengisahkan saat itu brosur ditemukan secara tak sengaja olehnya tertempel di etalase warung tak jauh dari tempat dia bekerja mengaspal jalanan.

“Siang itu saking panasnya kita istirahat di emperan toko, saya melihat ada brosur ada ditempel di kaca toko,” kata dia.

Pada awalnya dia tidak berniat untuk mendaftar, tapi setelah membaca semua persyaratan di brosur, ternyata ada hal yang menarik hatinya. Ia melihat bahwa pendaftaran dan pendidikan tidak dipungut biaya alias gratis.

Karena syarat tanpa biaya itulah akhirnya yang menguatkan tekadnya untuk mendaftarkan diri di Akabri.

“Saya coba daftar saja, puji tuhan setelah daftar pada pengumuman itu tiga-tiga saya daftar saya lulus semua, akabri lulus, IPB lulus dan Uncen juga lulus,” ucapnya.

Tak menunggu waktu lama, dia pun memutuskan untuk berhenti jadi buruh angkut pasir di proyek itu, dia langsung pergi ke Komando Daerah Udara.

Setelah dari sana, Joppye diterbangkan ke Jakarta bersama 6 pendaftar Akabri lainnya menuju Jakarta dengan menumpangi Pesawat Hercules TNI.

Singkat cerita, setelah Joppye menjalani masa pendidikan serta dinas sejak lulus Akabri tahun 1986, kini ia menjabat sebagai Letjen TNI. Selain itu, Joppye juga mencetak sejarah lain.

Joppye menjadi putra asli Papua pertama yang berhasil mencapai jabatan Letjen TNI atau bintang tiga. Sekarang Letjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) yang bertempat di Cilangkap, Jakarta Timur.

sumber : viva.co.id

(0)

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Hasil dan Klasemen Liga Inggris, The Big Six Tercecer

Skor langka akhirnya muncul pada laga Liga Inggris 2020-2021, Senin (19/10/2020). Klasemen Premier League pun dikejutkan dengan posisi The Big Six yang tercecer.

Saudari Kembar Tak Sengaja Bertemu di TikTok

Terpisah sekira 20 tahun, Trena Mustika (24) warga Kampung Cipaingeun, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan saudari kembarnya lewat aplikasi TikTok.

Nama Jalan Presiden Joko Widodo Diresmikan di UAE

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Senin 19 Oktober 2020.

Lisa BLACKPINK sebagai Global Brand Ambassador MAC

Brand makeup profesional, M.A.C Cosmetics, resmi menunjuk personel idol grup K-Pop Blackpink, Lalisa Manobal atau yang lebih dikenal sebagai Lisa Blackpink sebagai idol K-Pop wanita pertama yang ditunjuk sebagai global brand ambassador mereka mulai Oktober dengan kerja sama jangka panjang.
- Advertisement -

Pemerintah Belanda Cari Warga Indonesia Pemilik Berlian 36 Karat

Pemerintah Belanda siap melacak pemilik ribuan benda bersejarah yang dirampas dari daerah bekas jajahan.

Kemungkinan Virus Corona Bisa Pengaruhi Mata Hasil Studi

Covid-19 merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus corona jenis baru yang menyerang sistem pernapasan. Namun, ada indikasi bahwa Covid-19 dapat memengaruhi berbagai organ dan bagian tubuh, termasuk mata.

Must read

Hasil dan Klasemen Liga Inggris, The Big Six Tercecer

Skor langka akhirnya muncul pada laga Liga Inggris 2020-2021, Senin (19/10/2020). Klasemen Premier League pun dikejutkan dengan posisi The Big Six yang tercecer.

Saudari Kembar Tak Sengaja Bertemu di TikTok

Terpisah sekira 20 tahun, Trena Mustika (24) warga Kampung Cipaingeun, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan saudari kembarnya lewat aplikasi TikTok.
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you