Menuju Gedung Putih

SuratNews.ID | WARGA Amerika Serikat kemarin resmi memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden.

Kontestasi itu akan menentukan nasib petahana Donald Trump dari Partai Republik yang bersaing dengan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Sebelumnya, hampir 100 juta warga AS telah memberikan suara melalui pengiriman surat.

Ini terkait masih maraknya kasus covid-19. Tempat pemungutan suara dibuka sejak pagi di negara-negara bagian wilayah timur, seperti New York, New Jersey, Virginia, Connecticut, dan Maine.

Namun, TPS terawal beroperasi ialah di dua desa di New Hampshire, yakni Dixville Notch and Millsfield.

Dengan hanya dihuni 12 warga, Dixville Notch sudah terkenal sebagai pemberi suara paling awal di AS sejak 1960.

Pemungutan suara hanya berjalan beberapa menit dan langsung dihitung. Hasilnya, lima suara untuk Biden dan nol untuk Trump.

Presiden Trump, 74, mengaku yakin akan meraih kemenangan besar di negara-negara bagian penting.

“Kami yakin mendapat suara terbesar di Texas, Florida, dan Arizona. Begitu juga di North Carolina, Pennsylvania, dan wilayah lain,” ujar Trump kepada jaringan televisi Fox News.

Tertinggal dari Biden dalam kebanyakan jajak pendapat, Trump menyalahkan media yang dinilainya bias serta kelompok ekstrem kiri.

Dia juga mengecam adanya kemungkinan jutaan suara yang dikirim melalui surat, yang belum selesai dihitung hingga hari pemungutan usai.

Namun, Trump membantah tuduhan dirinya akan mendeklarasikan kemenangan terlalu dini. “Kemenangan itu harus dipastikan betul-betul,” tegasnya.

Keyakinan untuk menang juga ditegaskan oleh Joe Biden, 77. “Saya merasa kita akan menang besar. Sudah saatnya untuk bangkit dan merebut kembali demokrasi di negara ini,” kata Biden saat datang ke Pennsylvania dengan didampingi oleh penyanyi Lady Gaga.

Pemilihan presiden AS tidak ditentukan oleh suara terpopuler, tetapi oleh Electoral College yang beranggotakan 538 orang.

Suara elektoral dari negara-negara bagian penting, seperti Florida dan Pennsylvania, dapat menentukan siapa yang akhirnya maju ke Gedung Putih.

Di sisi lain, FBI telah memperingatkan potensi bentrokan bersenjata terkait dengan hasil Pilpres AS, terutama di Portland yang dilanda unjuk rasa berbulan-bulan.

Gubernur Oregon, Kate Brown, sudah mengeluarkan perintah eksekutif yang menyerahkan tanggung jawab kepolisian kepada aparat federal dan meminta Garda Nasional bersiaga.

Dampak positif Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, berpendapat, jika Biden menang, itu akan berdampak baik bagi Indonesia karena Biden akan memperbaiki hubungan dagang AS-Tiongkok.

Berbeda dengan kebijakan dagang Donald Trump yang kerap memicu ketegangan. “Secara geopolitik, kalau Trump menang, ketegangan dengan Tiongkok tetap tinggi.

Menurut saya, jika perekonomian Tiongkok membaik, dampaknya ke Indonesia akan positif,” tutur Rosan.

Senada, ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira, menuturkan kebijakan proteksionisme Trump dianggap merugikan kepentingan Indonesia.

“Buktinya, kinerja ekspor sebelum pandemi sudah lesu karena rendahnya permintaan bahan baku ke Tiongkok dan ekspor langsung ke AS.

Selain itu, Trump dinilai menciptakan banyak ketidakpastian dalam ekonomi global,” kata Bhima.

Sementara itu, Biden disebut lebih berpengalaman dalam menjalin hubungan multilateral yang produktif. Ia meyakini, jika Biden terpilih, tensi perang dagang akan menurun. (Nur/Ins/AFP/X-11)

sumber : mediaindonesia

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *