Lola Amaria dan Nasib Pekerja Film di Era New Normal

SuratNews.ID | Pandemi COVID-19 yang telah memasuki bulan keempat di Tanah Air, membuat nasib pekerja seni semakin tak jelas dan diselimuti rasa gelisah.

Aktris sekaligus produser dan sutradara film Lola Amaria ikut mencurahkan perhatiannya terkait nasib para pekerja film di tengah pandemi. Ia berpendapat, krisis kesehatan kali ini sangat berdampak terhadap mereka. (Baca Juga: Pemerintah California Izinkan Film dan Acara TV Diproduksi Kembali)

“Jelas sangat berdampak. Saya sebagai produser merasakan betul dampaknya tiga bulan terakhir. Pemasukan nyaris tidak ada, proses produksi otomatis berhenti, namun tetap harus menggaji karyawan,” kata Lola dalam gelar wicara daring bertema “Mengawal Film Nasional saat Tayang di Era New Normal” yang diikuti SINDOnews, belum lama ini.

Lola membayangkan nasib produser film yang syutingnya terhenti di tengah jalan gara-gara wabah COVID-19. Para produser ini tentu harus memikirkan kontinuitas adegan mengingat dalam tiga bulan terakhir bisa jadi bentuk tubuh ataupun gaya rambut pemain sudah berubah alias tidak sama dengan ketika melakoni syuting sebelum pandemi.

“Apalagi kalau syuting baru jalan seminggu, lalu berhenti. Itu berat. Kalau syuting ulang belum tentu kondisi lokasi syuting sama kayak dulu atau sama dengan yang digambarkan skenario,” ujar bintang film “Kisah 3 Titik” itu.

Menurut Lola, proses syuting ulang tak semudah yang dibayangkan. Selain memikirkan kondisi fisik pemain dan lokasi, biaya produksi juga mesti dihitung lagi.

“Syuting ulang, ada dananya nggak? Kalau ada, berapa?” tanya wanita 42 tahun itu.

Lola mengingatkan, syuting ulang akan terasa berbeda mengingat protokol kesehatan mesti diterapkan sampai proses pengambilan gambar selesai. Pemain serta seluruh kru harus menjalani rapid test, karantina selama 14 hari, memakai baju pelindung diri lengkap, dan juga masker.

“Katakanlah selama syuting per orang biayanya Rp300 juta, dikali 80 orang. Mampu nggak produser menyediakan uang sebanyak itu?” ujarnya.

Artis berdarah Palembang dan Sunda itu mencontohkan, dulu untuk menuju lokasi syuting, satu mobil bisa diisi delapan orang. Di era New Normal, satu mobil kemungkinan hanya boleh diisi empat orang. Hal seperti ini juga harus dipikirkan karena pasti menambah biaya produksi. Belum lagi untuk mendisiplinkan masyarakat agar memakai masker bukanlah perkara mudah.

“Saat dirilis di bioskop, diadu dengan beberapa film lain, balik modal nggak tuh film? Karenanya, perlu solusi dan urun rembug semua pihak dari pemerintah, pemilik bioskop, produser, dan seluruh stake holder dalam industri perfilman Tanah Air,” bebernya.

Lola berharap pemerintah serius merespons masalah ini.

Sumber : Sindonews.com

dedi wahyu
Author: dedi wahyu

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *