Berita Ledakan Libanon Diduga Faktor Kelalaian

Ledakan Libanon Diduga Faktor Kelalaian

-

- Advertisment -

SuratNews.ID | Kemarahan publik terhadap pemerintah Libanon pecah setelah investigasi awal mencium faktor kelalaian pejabat turut menyebabkan ledakan besar di Kota Beirut pada Selasa (4/8) petang.

Dilansir AP, penyelidikan awal menduga yang disimpan pada gudang di pelabuhan.

Investigasi lantas difokuskan untuk mencari tahu alasan 2.750 ton amonium nitrat dapat tersimpan di salah satu gudang pelabuhan Beirut selama enam tahun lamanya.

Sebagai catatan, amonium nitrat merupakan bahan kimia berdaya ledak tinggi yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk.

Pelabuhan Beirut dan kantor bea cukai disebut memiliki reputasi sebagai instansi korup dan dipegang oleh berbagai faksi politik, termasuk Kelompok militan Syiah, Hizbullah.

Jaksa Agung Libanon Ghassan Oueidat memerintahkan badan keamanan setempat untuk melakukan investigasi terhadap surat-surat terkait penyimpanan material tersebut, termasuk membuat daftar pejabat terkait yang bertanggung jawab pada perawatan, penyimpanan, dan perlindungan gudang.

Al Jazeera melaporkan pada 2014, Shafik Merhi, kepala kantor bea cukai Libanon kala itu, mengirimkan surat kepada seorang hakim terkait barang kimia sitaan dari sebuah kapal yang disimpan di Hangar 12 Pelabuhan Beirut.

Dalam surat tersebut, Merhi mengingatkan soal “bahaya jika material itu disimpan di tempatnya, dan berdampak pada keamanan pegawai (pelabuhan)”. Ia menyarankan agar material itu untuk diekspor maupun dijual ke perusahaan bahan peledak Libanon.

Surat serupa juga dikirimkan setidaknya lima kali pada periode 2015-2017. Belum diketahui apakah surat tersebut direspons.

Pemerintah Libanon telah menetapkan pejabat pelabuhan Kota Beirut sebagai tahanan rumah selama proses investigasi berlangsung.

Kementerian Kesehatan Libanon mencatat ledakan yang berasal dari pelabuhan Beirut itu menyebabkan setidaknya 135 orang tewas dan 5.000 orang luka-luka. Jumlah ini masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi masih dilakukan.

Bantuan darurat yang dikirim dari luar negeri berdatangan untuk membantu Libanon yang pada saat yang sama menghadapi krisis ekonomi.

sumber : cnnindonesia.com

(0)

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Gempa Magnitudo 6,2 Majene, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

Sejumlah bangunan turut terdampak gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari.

Arie Kriting Menikah

Komedian Arie Kriting akhirnya buka suara setelah resmi menikah dengan aktris Indah Permatasari.

Manfaat Jeruk Nipis dan Madu bagi Tubuh

Jeruk nipis dan madu merupakan bahan alami yang dinilai bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Masing-masing bahan alami ini memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mamuju Diguncang Gempa M5,9

Dua rumah warga Mamuju mengalami kerusakan saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis siang (14/1/2021), pukul 13.35 WIB.
- Advertisement -

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Ustadz Yusuf Mansur membenarkan kabar meninggalnya Ulama Syekh Ali Jaber. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @yusufmansurnew, disebut Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis, 14 Januari 2021, pukul 08.30 WIB.

Ngaku Ulama Tapi Berbohong, Jahat!

Politisi PKB Luqman Hakim baru saja menyoroti pemberitaan yang menyebut Habib Rizieq Shihab sempat positif Covid-19 tetapi mengaku sehat.

Must read

Gempa Magnitudo 6,2 Majene, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

Sejumlah bangunan turut terdampak gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari.

Arie Kriting Menikah

Komedian Arie Kriting akhirnya buka suara setelah resmi menikah dengan aktris Indah Permatasari.
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you