Beranda Berita Kisah Bangkrutnya Juragan Buah yang Selalu Panen karena Pakai Pesugihan

Kisah Bangkrutnya Juragan Buah yang Selalu Panen karena Pakai Pesugihan

0
50

SuratNews.id | Karena menyehatkan, buah kerap jadi incaran banyak orang. Keberadaannya yang mudah dijangkau juga membuat orang-orang kerap menyerbu makanan satu itu.

Namun, bagi sebagian orang yang tak memiliki kebun untuk menanamnya, mereka harus membeli buah itu dari para penjual. Kebutuhan orang akan makanan sehat itulah yang menjadi alasan usaha buah-buahan bisa bertahan dari waktu ke waktu.

Adapun hal itu dilakukan oleh Pak Wawan. Telah sejak ia menikah dengan istri hingga memiliki tiga anak seperti sekarang, kebutuhan hidupnya dipenuhi dengan membuka toko di depan rumahnya untuk berjualan buah. Dengan hanya berjualan buah di depan rumahnya sendiri, Pak Wawan tergolong kaya dan sukses.

Pak Wawan memperoleh buah-buah itu dari kebunnya sendiri. Ia punya beberapa kebun amat luas yang hanya khusus ditanami aneka buah yang akan ia jual lagi. Berbeda dengan penjual pada umumnya yang harus membeli buah-buahan ke penjual yang lebih besar atau istilahnya kulak, Pak Wawan bisa menjalankan usahanya di atas kakinya sendiri.

Namun, anehnya, bagaimana Pak Wawan menjalankan bisnis tergolong tak masuk di akal. Kalau biasanya beberapa buah hanya ada ketika sedang musim, yang terjadi pada toko Pak Wawan amat berbeda.

Sepanjang tahun, toko Pak Wawan selalu menyediakan buah yang beraneka ragam. Pilihannya juga selalu lengkap. Padahal sebagaimana banyak orang tahu, ia mendapatkan semua buah itu dari kebun miliknya sendiri.

Pada suatu malam sunyi seperti biasa, warga desa dikabarkan dengan sebuah kebakaran yang meluluh-lantakkan banyak kebun yang letaknya tak jauh dari desa.

Melihat api yang berkobar semakin besar, banyak masyarakat berlarian menuju tempat kebakaran itu, berniat melihat bagaimana kejadian di sana.

Betapa kagetnya mereka saat melihat bahwa kebun yang terbakar itu ialah milik Pak Wawan semuanya. Ratusan buah yang ada di kebun itu langsung ludes. Dan akibat kebakaran itu, Pak Wawan praktis tak lagi bisa berjualan. Usahanya langsung bangkrut dalam satu malam.

Melihat kejadian itu, Pak Wawan berteriak-teriak seperti orang gila. Ia menangis dan mengucapkan beberapa kalimat yang membocorkan rahasianya selama ini, secara tak sadar:

“Aku lupa melakukan ritual…Buahku tak bisa diselamatkan lagi…Gimana ini?!?!?!”

Diliputi kecemasan, secara tak sadar Pak Wawan terus mengulangi kalimat itu. Beberapa orang yang mendengarnya terlihat bingung, namun ada pula yang bergeleng-geleng karena paham yang dimaksud dengan ritual itu ialah ritual pesugihan.

Bagi orang-orang yang paham, pesugihan itulah yang membuat Pak Wawan bisa selalu panen buah sepanjang tahun, meskipun bukan musimnya. Mereka jadi mengetahui segala yang terjadi di balik besarnya toko buah itu.

Maka meskipun tetangga mereka itu bangkrut dan kebunnya terbakar ludes, orang-orang tak terlalu memedulikannya.

Tulisan ini merupakan rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.

sumber : kumparan.com

(0)

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here