Kenapa MotoGP Tidak Bisa Ikut Olimpiade

SuratNews.ID | Pembahasan mengenai mengapa olahraga MotoGP tak bisa ambil bagian di turnamen Olimpiade sudah menggema sejak lama.

Olimpiade Tokyo 2021 kurang beberapa jam lagi resmi dibuka, Jumat (23/7/2021) pukul 18.00 WIB.

Dengan dimulainya turnamen empat tahunan ini membuat bahasan seputar MotoGP maupun F1 yang tak bisa ambil bagian kembali mengemuka.

Sebelumnya, mantan presiden International Olympic Committee (IOC), Jacques Rogge, mengatakan alasannya.

Dia merasa, F1 dan MotoGP tidak layak masuk Olimpiade.

Olimpiade diadakan untuk menguji sebara kuat dan tangguhnya seorang atlet, bukan berdasarkan pada kualitas mesin.

Namun dilansir dari laman Tuttomotoriweb, alasan utama mengapa F1 maupun MotoGP tak masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade karena tak memenuhi kriteria filosofi.

“Faktanya, olahraga motor (MotoGP dan F1) tidak memenuhi prinsip dasar yang mendasari Olimpiade: bersaing dengan kesetaraan,” tulis dari analisis dari Tuttomotoriweb.

Memang benar F1 dan MotoGP menuntut sejauh mana kemampuan dan skill yang dimiliki oleh seorang pembalap.

Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa faktor mesin dalam setiap pebrikan memiliki kelebihan dan keunggulannya masing-masing.

Faktor kesetaraan inilah yang dimaksud. Sebagai contoh keil ialah bagaimana Desmosedici milik Ducati memiliki top speed yang ‘ugal-ugalan’.

Beda halnya dengan M1 milik Yamaha, meski kalah cepat namun memiliki akselerasi yang bagus ketika menikung.

Meskipun demikian, ‘jalinan kasih’ F1, MotoGP dengan Olimpiade bukan merupakan hal yang tak mungkin.

Meskipun ada peluang, namun untuk mewujudkannya membutuhkan cara yang tak mudah.

“Dengan membuat kelas motor atau mobil ad hoc, dengan sarana yang sama untuk semua orang.”

Cara ini jelas tak akan berjalan mulus mengingat biaya yang dibutuhkan sangatlah banyak.

Tentu dalam waktu dekat F1 dan MotoGP dirasa sulit untuk ambil bagiand alam turnamen Olimpiade.

Faktanya, F1 dan MotoGP tengah memberlakukan aturan untuk pengurangan biaya dalam hal produksi.

Hal ini wajar terjadi mengingat imbas pandemi Covid-19 yang menyasar ke berbagai cabang kejuaraan, seperti MotoGP maupun liga-liga top Eropa.

Selain faktor tak memuni kriteria filosofi, bentrok agenda penyelenggaraan menjadi alasan lainnya.

Olimpiade musim panas dilaksanakan pada bulan-bulan yang berkisar di pertengahan tahun.

Periode itu bersinggungan dengan agenda utama para pembalap Formula 1 dan MotoGP.

Mereka tentu lebih memilih berkompetisi di sana ketimbang mewakili negaranya di Olimpiade.

Selain itu, musim panas biasanya adalah fase-fase krusial di Formula 1 dan MotoGP.

Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
sumber : tribunnews.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *