Jenderal dari Papua Minta TNI Tak Takut Mati

SuratNews.ID | Prajurit TNI merupakan punggawa andalan untuk menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi. Perjuangan berat hingga maut senantiasa menghantui para prajurit di medan perang.

Ada pengalaman mencengangkan dari sosok Jenderal TNI asal Papua. Letjen TNI Ali Hamdan Bogra, Koorsahli Kasad mengaku tak gentar untuk mati.

Ia memiliki sederet cerita saat menantang maut. Ia memilih untuk tak takut dengan percaya terhadap kehendak Tuhan.

Lantas, sebenarnya seperti apa sosok sang jenderal itu? Berikut ulasannya.

Prajurit Berprestasi

Seribu satu pengalaman sudah terlewati, kini Ali menjadi panutan dari para prajurit TNI. Berasal dari Tanah Papua membuat fisik serta mental sang Jenderal terlatih.

Terbukti, semasa menjadi taruna, Ali pernah beberapa kali memenangkan turnamen lari. Tak tanggung-tanggung, ia menyabet peringkat pertama lari 1500 m dan 5000 m.

“Jadi saya kopral Taruna itu saya pecahkan rekor. Pecahkan rekor Taruna yang selama ini didominasi oleh TNI AL. Kemudian tingkat tiga, kita lomba trengginas juga di Akpol Semarang, saya masih tetap juara satu untuk lari 1500 m dan juara satu lari 5000 m. Akademi-akademi yang lain kalah sama saya,” paparnya dalam akun Instagram @tni_angkatan_darat.

Sosok Religius

Selain penuh prestasi, Ali juga merupakan sosok Jenderal yang religius dan taat beribadah. Hal ini disampaikan langsung oleh bawahannya, Serka Suroto, Staf Koorsahli Kasad.

Sebagai seorang muslim, Ali selalu berusaha tepat waktu untuk menjalankan ibadah. Ia mengajak banyak orang di sekitarnya untuk turut salat di awal waktu.

“Beliau itu sangat religius sekali. Masalah ibadah, apabila sudah terdengar adzan itu tiba waktunya salat, beliau selalu mengingatkan ke kami untuk salat.[…] Selain itu juga, beliau juga sering silaturahmi ke pesantren-pesantren,” ungkapnya.

Beri Pesan Penting ke Anggota TNI

Berpangkat letnan jenderal tak serta merta membuat Ali tinggi hati. Ali masih sering berbincang dengan banyak orang hingga para bawahan sembari bercanda.

Ia berpesan kepada prajurit di seluruh penjuru Tanah Air untuk tak takut mati jika diterjunkan ke medan perang. Menurutnya, kematian merupakan suatu hal yang tak perlu dirisaukan, kita hanya perlu untuk pasrah dengan kehendak Tuhan.

“Tentara itu dipersiapkan untuk perang, nah itu tugas pokok kita saya bilang. Tidak usah takut mati, mati itu Tuhan yang atur saya bilang, ya toh?” katanya.

Azal Tuhan yang Atur

Hal ini terbukti dari sederet pengalamannya saat bertugas di medan perang. Meski seringkali menantang maut, namun Ali hingga kini masih berdiri tegak, kesempatan dari Tuhan untuk terus berjuang melindungi Ibu Pertiwi.

“Tidak usah takut, buktinya saya sudah kesana kemari ya tidak mati-mati. Ini karena Tuhan yang mengatur lah, enggak usah pusing lah masalah itu saya bilang. Yang penting jaga semangat, jaga keutuhan wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke, itu,” jelasnya.

sumber : merdeka.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top