Jembatan “Pembelah Lautan”

HomeBerita

Jembatan “Pembelah Lautan”

SuratNews.ID | Apakah Anda pernah membayangkan ada jembatan yang terlihat seolah-olah seperti membelah lautan? Di manakah jembatan tersebut berada? Jembatan yang dimaksud adalah Veluwemeer Aqueduct yang berlokasi di Handerwijk, Belanda Timur.

Tiga KRI dan Satu Pesawat Boeing Menuju Perbatasan Malaysia
Mutasi Baru Corona di Indonesia 10 Kali Lebih Menular
Menteri Keuangan Positif Corona, Roda Ekonomi Berhenti

SuratNews.ID | Apakah Anda pernah membayangkan ada jembatan yang terlihat seolah-olah seperti membelah lautan? Di manakah jembatan tersebut berada? Jembatan yang dimaksud adalah Veluwemeer Aqueduct yang berlokasi di Handerwijk, Belanda Timur.

Jembatan ini merupakan salah satu ikon Belanda, selain kincir angin, yang mendunia dan kini viral di media sosial.

Veluwemeer Aqueduct ini merupakan jembatan atau terowongan bawah air yang menghubungkan Kota Handerwijk ke Flevoland atau sebaliknya.

Jembatan tersebut dibuka untuk umum pada tahun 2002 setelah melewati empat tahun proses pembangunan yakni kurun 1998 hingga 2002.

Selama proses perancangan jembatan, para arsitek mencoba membangun jalur air di atas Jalan N302 yang dilintasi 28.000 kendaraan per hari.

Pekerja Pembangunan jembatan ini sempat menuai polemik karena dikhawatirkan membuat kemacetan di Jalan N302.

Akhirnya, desain jembatan dibuat menjadi dua bagian untuk jalur darat di bawah dan jalur air di atas.

Dengan demikian, kapal feri dapat melintas di jalur air, dan jalur darat dapat digunakan untuk perlintasan mobil maupun truk dengan aman.

Para arsitek yang merancang jembatan tersebut berpendapat, desain jembatan dibuat untuk menghemat anggaran sekaligus dapat melancarkan arus lalu lintas air dan darat.

Veluwemeer Aqueduct dirancang sepanjang 25 meter dan lebar 19 meter serta dilengkapi tiang pancang baja yang memungkinkan air di atas jembatan tersebut tak tumpah ke terowongan.

Struktur jembatan tersebut menjadi salah satu saluran air terpendek di dunia.

Struktur seperti ini biasanya disebut sebagai terowongan yang bermanfaat menyalurkan air baku dan sumber irigasi.

Selain itu, para arsitek juga membuat jalur perlintasan di sisi kanan dan kiri jalur darat yang memudahkan akses para pejalan kaki.

sumber : kompas.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0