Hati-Hati! Main Game berlama-lama Saat Karantina bisa Picu Penggumpalan Darah

HomeKesehatan

Hati-Hati! Main Game berlama-lama Saat Karantina bisa Picu Penggumpalan Darah

SuratNews,ID | Sebagian besar orang menjadikan game sebagai media untuk melepas stres. Sayangnya, game juga bisa memberikan dampak buruk, khususnya j

Apakah Benar Dexamethasone Dapat Menyembuhkan COVID-19?
Hubungan Sistem Kekebalan dengan Pikiran dan Tubuh
Pelengkap Nutrisi Kehamilan Bumil Dengan Susu Ibu Hamil,

SuratNews,ID | Sebagian besar orang menjadikan game sebagai media untuk melepas stres. Sayangnya, game juga bisa memberikan dampak buruk, khususnya jika dimainkan secara berlebihan atau tidak kenal waktu.

Baru-baru ini bahkan diberitakan bahwa salah seorang remaja pria di Inggris kehilangan nyawa gara-gara game. Setelah diusut, ternyata remaja tersebut mengalami penggumpalan darah akibat terlalu lama bermain game favoritnya.

Kelamaan Main Games Akibatkan Penggumpalan Darah
Seorang pemuda di Inggris bernama Louis O’Neill, 24 tahun, meninggal dunia setelah berhari-hari hanya main game di depan komputer.

Pemuda yang sebelumnya bekerja sebagai pelatih sepak bola itu memilih menghabiskan waktu dengan bermain game lantaran adanya aturan lockdown virus corona.

Sang ayah, Stanley Greening mengungkapkan dua minggu sebelum meninggal, putranya mengeluhkan tidak enak badan. Ia juga sempat membantu sang anak untuk sekadar ‘berjalan’ ke tempat tidur.

Menurut penuturan sang ayah, putranya mengeluhkan kondisi kaki yang tidak nyaman dan kondisinya kian memburuk dari waktu ke waktu.

Tak lama kemudian, putranya tersebut meninggal dunia. Menurut pemeriksaan, ia mengalami deep vein thrombosis (trombosis vena dalam).

“Selama lockdown, ia main game sebagai pelarian. Terus-menerus bermain game membuatnya kurang aktif bergerak,” ujar Stanley Greening, seperti dikutip dari Mirror.

Bermain game menuntut seseorang untuk duduk dalam posisi yang sama selama jangka waktu tertentu. Bagian tubuh yang digerakkan umumnya hanya tangan dan jari, serta beberapa anggota kepala.

Tentu saja, duduk diam dalam jangka waktu lama bisa membuat peredaran darah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sebagai akibatnya, salah satu hal yang bisa terjadi adalah penggumpalan darah yang berujung pada penyakit trombosis vena dalam.

Melengkapi penjelasan, dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa penyakit trombosis vena dalam memang dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

– Posisi diam untuk jangka waktu yang lama.
– Masalah pada darahnya sendiri.
– Masalah di dinding pembuluh darah.

Apa yang Menyebabkan Penggumpalan Darah Berisiko Kematian?

Menurut dr. Devia, penggumpalan darah memang sangat berbahaya. Hal ini khususnya terjadi jika gumpalan tersebut menyumbat aliran darah di jantung dan otak.

“Apalagi aliran darah di vena itu tergantung juga dengan gravitasi. Kalau misalnya duduk lama, tentu darah akan banyak diam atau statis di bawah. Ini meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah,” ungkap dr. Devia.

“Kalau menggumpal, darah bisa saja menyumbat jantung atau otak. Akibat terburuknya bisa kehilangan nyawa,” sambungnya.

Tips Bermain Game yang Aman

Bermain game memang dapat membantu melepas penat. Namun, aktivitas tersebut juga bisa mendatangkan efek samping yang sangat merugikan, khususnya jika dilakukan dengan cara tidak tepat.

Karena itu, bagi Anda yang ingin main game tanpa mengalami efek samping yang merugikan kesehatan, berikut ini beberapa tips bermain game yang sehat:

1. Batasi waktu
Batasi waktunya. Misalnya, setiap 1 jam sekali harus bergerak dari tempat duduk melakukan peregangan atau jalan-jalan sedikit.

2. Buat alarm
Buat alarm. Jadikan alarm ini sebagai pengingat Anda untuk bergerak atau berjalan, agar tidak duduk atau rebahan terlalu lama.

3. Ingat makan dan minum
Ingat makan dan minum. Jangan biarkan game yang dimainkan melalaikan Anda dari kewajiban ini. Faktanya, makan dan minum teratur dapat menjaga agar metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik.

Mulai saat ini, Anda mesti lebih bijak ketika menghabiskan waktu untuk bermain game. Jangan sampai sesuatu yang seharusnya mendatangkan efek positif malah membuat Anda terkena penyakit berbahaya.

Penulis: Krisna Octavianus Dwiputra
sumber : klikdokter.com

dedi wahyu
Author: dedi wahyu

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: