Emosi Ganjar Hadapi Mahasiswa

SuratNews.ID | Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Klinik Pengobatan Penyakit Paru, Kebumen, Jawa Tengah. Ia menegur seorang mahasiswa yang ngeyel.

Meski sudah positif, pria tersebut tak mau mengenakan masker. Kisah ini dibagikan oleh Ganjar melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (3/7).

Lantaran sikap ngeyelnya saat diedukasi, Ganjar pun tak segan bersikap tegas.

Lantas apa yang dilakukan Ganjar? Simak ulasannya berikut ini.

Mahasiswa Ngeyel

Kala itu Ganjar Pranowo tengah memantau di sekitar Klinik Pengobatan Penyakit Paru, Kebumen, Jawa Tengah. Ia berkeliling di bagian luar gedung dan melihat seorang pria tengah jongkok sendirian.

“La kowe ning kono ngopo mas? (kamu ngapain di situ?),” tanya Ganjar, seperti dikutip dari kanal Instagram akun @ganjar_pranowo.

“Positif pak,” tukas si mahasiswa.

Pria tersebut dengan santainya melepas masker saat berbincang. Seketika ia mendapat teguran dari Ganjar. Bahkan sekian kali diingatkan untuk terus memakai masker. Apalagi kondisi telah terinfeksi Covid-19.

“Maskernya dipakai, wes positif mah ndodok ki lo (sudah positif malah jongkok). Sampean ketularan dari mana? Ditutup maskernya ditutup, halah tutup ndisek (tutup dulu),” tegas Ganjar.

Satu Tahun Tak Pakai Masker

Tak disangka mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu mengaku sudah satu tahun tak suka mengenakan masker. Bahkan saat sedang sakit.

“Saya main terus pak. Satu tahun enggak maskeran, tidak pernah pak. Karena memutuskan untuk tidak maskeran pak. Sekarang masih sama (enggak maskeran), menghormati saja,” jawab pria itu.

Lantas Ganjar pun kembali mengedukasinya untuk selalu menggunakan masker. Karena risiko penularannya cukup tinggi.

“Menghormati tapi sekarang positif? Dan njenengan (kamu) nular-nularke ke orang. Tapi kalau njenengan enggak pakai masker kan bisa nularin orang, kemungkinan besar,” kata Ganjar.

Rajin Cuci Tangan

Meski begitu, mahasiswa satu ini mengaku tak pernah menularkan ke orang lain. Karena merasa sudah menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Alhamdulillah enggak (nularin) pak. Saya sudah satu tahun enggak salaman sama orangtua, terus selalu cuci tangan. Hampir 20 kali mungkin. Karena saya orangnya disiplin,” ujar mahasiswa.

Sekedar cuci tangan dan menjaga jarak belum tentu menjamin keselamatan dari risiko tertular. Lantaran droplet dari saluran pernapasan yang tak tertutup masker.

Ganjar pun menyinggung, bila sudah mahasiswa sepatutnya paham. Tanpa perlu diedukasi lagi.

“Oh agak disiplin tapi enggak pakai masker? Ya itu yang bikin menularkan mas. Semester berapa? Tapi mahasiswa seharusnya paham dong kalau harus pakai masker,” ucap Ganjar lagi.

Mengelak Membela Diri

Tak berhenti di situ, pria tersebut tak segan berkilah. Ia paham tapi merasa itu haknya menolak pakai masker.

“Paham. Tapi memutuskan untuk tidak (pakai) boleh dong pak,” belanya.

“Ya enggak boleh. Enggak boleh mas, kalau sampean (kamu) positif, terus sekarang enggak pakai masker, tidak bisa mas. Anda melanggar. Masa mahasiswa harus diajarin kaya gitu,” tegas Ganjar.

Kena Sindiran Ganjar Pranowo

Ganjar meminta mahasiswa itu untuk mawas diri. Bila tidak mau mengenakan masker, memberi risiko besar bagi orang sekitar.

“Penularan Covid-19 dari mana ya mas mahasiswa? Tolong ya pakai rasional sedikit ya mas. Jadi kalau kamu enggak pakai masker, bisa menularkan banyak orang. Bukan kita sendiri,” papar Ganjar.

Orang lain juga berhak untuk mendapatkan udara segar dan keselamatan. Sehingga memakai masker, sama saja telah menghormati hak mereka.

“Hak? Ya bukan hak. Anda tidak menghormati orang lain. Yang seperti ini perlu diedukasi. Masa mahasiswa kaya itu tidak paham, ya enggak boleh. Yang begini-begini kita tertibkan. Masyarakat sekarang tetap harus menjaga protokol kesehatan. Masyarakat, ayo jangan egois,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *