Beranda Berita Cara Pastikan Aktivas Anak di Luar Rumah Tetap Aman Selama Pandemi Corona

Cara Pastikan Aktivas Anak di Luar Rumah Tetap Aman Selama Pandemi Corona

0
16

SuratNews.id | Pemerintah terus mempersiapkan berbagai hal untuk menerapkan new normal di tengah pandemi corona. Beberapa pemerintah daerah pun mulai melonggarkan PSBB di wilayahnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan misalnya, sudah menerbitkan Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif. Sejak pertengah Juni ini beberapa perkantoran di Jakarta sudah mulai dibuka sebagai salah satu penerapan PSBB transisi. Selain itu, Anies Baswedan, mengizinkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beroperasi kembali. Mulai dari mal, hotel, taman rekreasi indoor-outdoor, hingga kebun binatang sudah diizinkan beroperasi lagi, namun tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Nah Moms, terkait dengan keputusan beberapa pemerintah daerah yang mulai melonggarkan PSBB, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak lengah dan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat dan penuh kesadaran untuk mencegah penularan COVID-19. Khususnya dalam memastikan aktivas anak di luar rumah tetap aman.

Dalam siaran pers IDAI yang diterima kumparanMOM, berikut beberapa anjuran dari IDAI yang perlu kita perhatikan:

1.Saat ini IDAI tetap menganjurkan anak-anak untuk tetap berada di rumah.

2.Setiap orang yang kembali dari aktivitas di luar rumah wajib melepas dan membersihkan semua pakaian serta perangkat yang digunakan atau dibawa (alas kaki, telepon genggam, tas, jaket, kantung belanja dan lain-lain). Setelah itu mandi dan keramas sampai bersih sebelum melakukan kontak dengan anak.

3.IDAI mengimbau orang tua dan keluarga untuk tidak membawa anak-anak ke tempat umum, seperti taman, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, atau berkumpul membentuk kerumunan seperti tempat bermain, tempat penitipan anak, kursus, dan sebagainya.

4.Jika anak terpaksa dibawa keluar rumah dalam keadaan mendesak, maka:
– Anak harus selalu didampingi orang tua dan atau pengasuhnya.
– Anak tetap menjaga jarak fisik sejauh 2 meter.
– Anak usia 2-18 tahun dan orang dewasa dianjurkan menggunakan masker. Jika penggunaan masker dirasa tidak bisa maksimal, maka dapat ditambahkan face shield.
– Menggunakan barrier atau penghalang sesuai alat yang sedang dipakai saat bepergian, seperti menggunakan kereta dorong dengan penutup untuk anak di bawah 2 tahun.
– Menjauhi orang sakit.
– Melakukan cuci tangan sesering mungkin.
– Menghindari memegang mulut, mata dan hidung.

5.Penggunaan masker, face shield, atau alat pelindung diri tidak serta merta mencegah infeksi COVID-19. Perlindungan terbaik saat ini adalah mencegah pajanan infeksi dengan tetap berada di rumah.

Semoga anak tercinta dan seluruh anggota keluarga tetap sehat, selamat dan terhindari dari penularan virus corona, ya!

sumber : kumparan.com

(0)

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here