Bendungan Manikin NTT Ditargetkan Selesai Akhir 2022

SuratNews.ID | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Manikin/Tefmo di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung pada akhir 2022.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus juru bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengungkapkan proyek itu merupakan bendungan ke lima dari rencana tujuh bendungan yang dibangun di Provinsi NTT.

“NTT merupakan daerah sulit air. Oleh karenanya kita perlu banyak bendungan sebagai tampungan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan di sepanjang musim,” kata Endra dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Senin (22/2).

Ia menerangkan dua dari tujuh bendungan sudah selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang selesai tahun 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu selesai tahun 2019. Kemudian, dalam waktu dekat akan diresmikan lagi Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

“Sedangkan yang tahap konstruksi adalah Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Bendungan Manikin/Tefmo di Kabupaten Kupang,” ujar Endra.

Sumber air bendungan tersebut berasal dari Sungai Manikin dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 49,31 kilometer persegi, bendungan di desain dengan Tipe Urugan Random Batu Gamping dengan Inti Tegak yang memiliki kapasitas tampung 28,20 juta meter kubik dan luas genangan normal 148,7 hektare.

Rencananya, bendengan itu dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 hektare di Kabupaten Kupang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter per detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,125 MW dan pengendalian banjir 531,70 meter kubik per detik.

Selain dapat berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendungan Manikin/Tefmo juga dapat di manfaatkan sebagai tempat pariwisata dimana telah direncanakan lansekap dengan arsitektur lokal khas NTT.

“Selain itu bendungan ini juga akan memiliki outlet pelimpah morning glory yang di Indonesia hanya bisa kita temui di Bendungan Jatiluhur saja ,” jelas Endra.

Tahun ini, terdapat kegiatan yang dilaksanakan dengan pola padat karya tunai di Bendungan Manikin/Tefmo, khususnya untuk pekerjaan yang tidak memerlukan teknologi tinggi, alat berat dan tidak beresiko seperti pekerjaan saluran drainase, pasangan batu dan perkuatan lereng.

Anggaran padat karya tunai itu berkisar Rp14 miliar dengan mempekerjakan 264 orang. Adapun besaran upah hariannya Rp100 ribu per orang dengan durasi tiga bulan.

sumber : cnnindonesia.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top