5 Alat Ventilator Buatan Indonesia

SuratNews.ID | Sejumlah alat ventilator buatan Indonesia berhasil dikembangkan untuk memerangi virus corona atau Covid-19. Alat ventilator ini mulai dari Covent-20, Dharcov-23S, BPPT3S-LEN, Vent-I Origin dan GERLIP HFNC-01.

COVENT-20

Ventilator COVENT-20 merupakan karya Universitas Indonesia. Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro menyaksikan penyerahan secara simbolis COVENT-20 dari Rektor UI Ari Kuncoro kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Graha BNPB Jakarta (24/06).

COVENT-20 merupakan salah satu produk ventilator yang dihasilkan melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN dan telah lolos uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) pada 15 Juni 2020.

Ventilator mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan pada Tanggal 19 Juni 2020. Keberhasilan tersebut melengkapi 4 ventilator lainnya hasil inovasi berbagai institusi yang telah mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan.

DHARCOV-23S

Ventilator Emergency CMV dan CPAP berbasis pneumatic DHARCOV 23S. Ventilator ini dikembangkan oleh BPPT bekerja sama dengan PT Dharma Precission Tools dan telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI AKD 20403020892.

Kabarnya, total unit dalam batch pertama yang akan diproduksi adalah sebanyak 200 unit ventilator, sampai dengan tanggal 19 Juni 2020 telah selesai diproduksi dan terkalibrasi sebanyak 100 unit.

BPPT3S-LEN

Ventilator berbasis Ambu Bag dan Cam dikembangkan BPPT bersama PT LEN. BPPT3S-LEN telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020870 dan sekarang ini PT LEN sedang proses produksi 100 unit ventilator.

GERLIP HFNC-01

Ventilantor ini dikembangkan LIPI bekerja sama dengan PT Gerlink Utama Mandiri. Penggunaan jenis ventilator HFNC ( High Flow Nasal Cannula) untuk mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasive dengan cara memberikan terapi oksigen beraliran tinggi dan sampai saat ini sudah diproduksi 5 unit. GERLIP HFNC-01 telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020951.

Vent-I Origin

Vent-I merupakan model ventilator Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dikembangkan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB bersama Unpad dan ITB. Vent-I telah mengantong Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020696. Hingga 19 Juni, sebanyak 139 unit Vent-I produksi pertama yang telah didistribusikan kepada RS yang membutuhkan. Sementara total target produksi Vent-I sekitar 800-900 unit.

sumber: okezone.com

Ray sekseeh
Author: Ray sekseeh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *