Berita Terkini

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: berita

    Filename: views/sidebar.php

    Line Number: 74

    Backtrace:

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/views/sidebar.php
    Line: 74
    Function: _error_handler

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/views/template.php
    Line: 84
    Function: view

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 308
    Function: view

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/index.php
    Line: 320
    Function: require_once

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/sidebar.php

    Line Number: 74

    Backtrace:

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/views/sidebar.php
    Line: 74
    Function: _error_handler

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/views/template.php
    Line: 84
    Function: view

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/application/controllers/Home.php
    Line: 308
    Function: view

    File: /home/u816098388/domains/suratnews.id/public_html/index.php
    Line: 320
    Function: require_once

Merdeka.com

Hukuman Gantung Untuk Empat Pelaku Pemerkosa

ahmadaja 08 Januari 2020 | 22:29:33 hukuman-gantung

Pengadilan di India telah menetapkan tanggal eksekusi empat terpidana pemerkosaan massal 2012 di New Delhi. Kasus ini menuai kemarahan publik tak hanya di India tapi seluruh dunia.

Korban yang dikenal sebagai Nirbhaya diperkosa secara massal di dalam bus dan disiksa kemudian dibuang di pinggir jalan. Tak lama kemudian Nirbhaya meninggal di rumah sakit karena lukanya parah.

Hakim pengadilan New Delhi, Satish Kumar menerbitkan surat perintah eksekusi gantung pada Selasa, berisi perintah keempat pelaku akan dieksekusi pada 22 Januari pukul 07.00 waktu setempat.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (8/1), penjara Tihar di Ibu Kota New Delhi, dimana keempat terpidana dikurung, telah melakukan percobaan eksekusi untuk menguji tiang gantungan. Surat perintah tersebut diterbitkan sejak Mahkamah Agung India menolak peninjauan kembali salah satu terpidana akhir 2019.

Kuasa hukum terpidana mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan banding baru atas putusan eksekusi tersebut. AP Singh, yang mewakili terpidana Akshay Singh, mengatakan dia akan mengajukan petisi ke Mahkamah Agung dalam sehari atau dua hari ini.

Awalnya enam orang didakwa terlibat dalam kasus pemerkosaan keji tersebut. Tapi salah satu terdakwa dibebaskan setelah ditahan sebentar karena masih di bawah umur, sementara satu terpidana lainnya bunuh diri di penjara.

Para terpidana masih punya satu kesempatan mengajukan banding, dan mereka juga bisa mengajukan petisi untuk permohonan pengampunan dari presiden.

Keluarga korban mengatakan mereka senang dengan keputusan tersebut.

"Keputusan ini akan mengembalikan lagi kepercayaan perempuan terhadap pengadilan," kata ibu Nirbhaya, Asha Devi kepada wartawan.

"Putri saya akhirnya akan mendapatkan keadilan."

Ayah Nirbhaya, Badrinath Singh mengatakan keputusan itu adalah keputusan yang baik untuk seluruh negeri.

"Tapi perjuangan kami akan terus berlanjut untuk lebih banyak anak perempuan lainnya yang mengalami hal yang sama di seluruh India," imbuhnya.

Swati Maliwal, Ketua Komisi Perempuan Delhi juga menyambut gembira keputusan pengadilan tersebut.

"Saya sangat salut pada ibunya (Nirbhaya) yang telah berjuang cukup lama," kicaunya di Twitter.

"Ini adalah kemenangan bagi semua orang pemberani di negara ini. Inilah saatnya menghukum setiap pemerkosa di negara ini sehingga pesan kuat ini tersampaikan."

Related Post